Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

Perayaan Tahun Baru Imlek Dalam Kebudayaan Masyarakat Tionghoa Indonesia

Om Swastyastu,
Pekenankan saya dalam bentuk tulisan ini  untuk  sedikit memaparkan hasil kegiatan kunjungan yang telah saya dan beberapa rekan KMHDI  lakukan hari Minggu yang lalu.

Tepatnya pada tanggal 7 Februari 2015, saya bersama 7 rekan KMHDI (bli giri, bli gung dalem, kak chit, kak fajar, kak putra, mita dan kak putri lawi) ikut serta dalam kegiatan pengenalan tradisi perayaan tahun baru imlek dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa Indonesia. Kegiatan ini sendiri diprakarsai oleh rekan - rekan "Jaringan Kerja Antarumat Beragama (JAKATARUB)".

Malam itu setelah kami berkumpul di sekre kmhdi pukul 18.00 WIB dengan kondisi hujan, kami menuju klenteng gede di jl. Klenteng Bandung. Disana kami disambut baik oleh rekan rekan yang lain. Diawali dengan acara perkenalan dari setiap lembaga dan setelah itu selesai  kami langsung memulai tour yang diawali dengan tour menuju Vihara Tanda Bhakti. Selama perjalanan menuju vihara tersebut, ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan rekan rekan dari lembaga lain kepada kami, yang intinya mereka masih belum mengerti perbedaan antara agama Hindu dan Buddha. Salah satu pertanyaannya seperti "Kalian mahasiswa Hindu? Berarti kalian ikut merayakan imlek ya? Hindu dan Buddha itu sama kan?" Mendengar kalimat tersebut  rasanya masih banyak rekan rekan di luar sana yang sangat awam terhadap agama kita.







Setibanya kami di Vihara Tanda Bhakti, kami diajak untuk lebih mengenal sejarah dari perayaan imlek itu sendiri dengan jalan diskusi dengan seseorang yang memahami itu. Selain itu kami juga diberi kesempatan untuk melakukan pemujaan seperti halnya yg biasa mereka lakukan. Dalam benak saya, ini merupakan salah satu pengalaman baru  yang luar biasa dan patut untuk diingat.

Lanjut setelah itu, kami mengunjungi Vihara Dharma Ramsi dan dijelaskan beberapa hal lagi mengenai perayaan tahun baru imlek dan beberapa bagian vihara yang ada, disana juga kami sempat mencicipi bubur yang cukup menahan rasa lapar yang begitu membara, bagaimana tidak, sepanjang perjalanan menuju vihara kedua ini terdapat begitu banyak tempat makan dengan menu babi yang terlihat menggoda.

Kunjungan ketiga yaitu Klenteng Kong Miao. Kami diperkenalkan dengan mereka yang menganut ajaran Konfusianisme atau lebih dikenal Kong Hu Cu, suasa malam yang dingin terasa sedikit panas saat berada disini, hal tersebut dikarenakan beberapa pertanyaan yang dilontarkan teman teman lain kepada pihak klenteng membuat statement yang cukup tegang sehingga atmosphere panaas menyelimuti ruangan ini.

Salah satu pertanyaan nya seperti "kita baru saja jalan beberapa meter dari vihara pertama tapi kenapa ya kok bisa sudah ada vihara yang lain lagi? Dan ternyata banyak." Lalu pihak klenteng awalnya menjawab begini "Saya kembalikan pertanyaannya, kenapa umat muslim mempunyai tempat ibadah yang hanya berjarak setiap 5 rumah? tapi itu tidak pernah kami atau yang lain permasalahkan." Dan masih ada juga beberapa pertanyaan lain yg dilontarkan yang saya kira konteksnya agak keluar dari topik perayaan imlek itu sendiri. Namun terlepas dari hal tersebut, sedikit tidaknya kami juga dapat pengetahuan baru mengenai hubungan perayaan imlek dengan Barong Shai dan juga filosofi warna yang mereka gunakan.

Dan tempat terakhir yang kami kunjungi adalah Vihara Sinar Mulia yang merupakan tempat beribadah dari ajaran Taoisme. Mereka belum diakui di Indonesia akan tetapi mereka tetap dapat bertahan dan sangat bangga ketika mereka dapat memperkenalkan tentang ajaran dan kebudayaannya kepada kami yang hadir saat itu. Disana juga mereka mengharapkan setelah ini mereka dapat mengenal mengenai yang lain termasuk mengenal tentang agama Hindu beserta budayanya di Indonesia.




Kunjungan ke vihara tersebut menjadi penutup karyawisata kami malam itu. Sebenarnya masih ada satu lagi perayaan yang menandai tahun baru imlek itu sendiri yaitu perayaan "menghidupkan lilin-lilin". Namun karena sesuatu dan lain hal, kami tidak sempat ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Adapun pelajaran yang bisa saya petik setelah mengikuti kegiatan ini beberapa diantaranya adalah saya lebih memahami perbedaan antara agama Buddha, Kong Hu Cu dan Tao. Perbedaan tersebut terlihat dari Tuhan/Dewa yg disembahnya, cara beribadah, nabi/orang suci yang dihormati dan kitab sucinya. Saya baru memahami bahwa wihara-wihara agama Buddha yang kami kunjungi adalah aliran Mahayana, dimana aliran tersebut adalah agama Buddha yang sudah menyatu dengan Budaya Tiongkok sama seperti di agama Hindu kita mengenal adanya Hindu Bali, Hindu Kaharingan, Hindu Jawa, dan lainnya yang sudah menyatu dengan budaya setempat. Selain itu ternyata agama Kong Hu Cu dan Tao awalnya berawal dari satu sumber. Mereka terpisah saat terjadi perbedaan pandangan para pendirinya tentang fokus hubungan yang lebih penting di agamanya. Agama Kong Hu Cu lebih menekankan pada hubungan horizontal (Hubungan antara sesama manusia), sedangkan Tao lebih menekankan pada hubungan vertikal (Hubungan Manusia dan Tuhan). Persamaan yang saya pelajari yaitu ketiga agama tersebut mempunyai corak agama timur yang bercirikan penuh toleransi, kasih sayang, menekankan pada etika hidup sehari-hari dan menyatu dengan budaya setempat.

Satu kesimpulan penting yang saya dapat setelah mengikuti kegiatan ini adalah "Intinya semua agama  itu memiliki tujuan yang sama, ini hanya mengenai keyakinan dan cara pandang  setiap individunya saja. Semua itu akan terlihat indah jika cara pandang kita benar".

Satyam eva jayate!

Ni Putu Nindya Putri

Diskusi Tentang Hindu di Katekisasi GKI Kebon Jati

Tanggal 24 Januari 2016 lalu, minggu malam , Odot (Gede Teguh) mendapatkan sebuah permohonan dari Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama). Permohonan tersebut disampaikan secara personal oleh Bang Risdo, sekretaris Jakatarub. Isi permohonan tersebut adalah untuk meminta kesediaan mahasiswa Hindu mengisi materi diskusi tentang Hindu kepada calon jemaat di GKI Kebon Jati (GKI-KJ) untuk hari Jumat tanggal 5 Februari 2016. Ceritanya sejak tahun lalu GKI-KJ sudah memasukkan isu tentang toleransi dan keberagaman untuk pembinaan jemaat (istilahnya 'katekisasi'). Tahun lalu buat jemaat dewasa sudah, tahun ini buat jemaat mudanya. Kesempatan yang baik bagi kita untuk mencoba mengaplikasikan salah satu jati diri KMHDI (religius) dan berupaya membangkitkan semangat toleransi antar umat beragama.

Singkat cerita terdapat 5 (lima) orang yang bersedia, antara lain Odot, Bli Giri, Bli Gung Dalem, Bli Gusti, dan saya. Persiapan materi pun kami siapkan. Hari kamis, tepatnya di kosan Bli Gusti, kami gunakan untuk menerka-nerka pertanyaan apa yang akan pemuda non-Hindu tanyakan terkait Hindu. Jumat siangnya kami susun semua materi mulai dari sejarah, tujuan, jalan hidup, hingga rumor-rumor yang berkembang terkait Hindu.






Tepat pukul 18.40 WIB kami memulai pematerian. Peserta yang ikut katekisasi saat itu berjumlah 8 orang. Didampingi oleh Bang Risdo dan Pendeta dari GKI-KJ, kami awali kegiatan tersebut dengan sedikit canggung. Namun tidak berapa lama kami bisa mengendalikan suasana dengan baik dan berdiskusi hingga akhir kegiatan. Kami bersyukur bahwa kegiatan ini bisa memberikan pengalaman baru tentang Hindu bagi umat beragama lain khususnya jemaat GKI-KJ. Hari tersebut kami akhiri dengan mengevaluasi kegiatan di Cafe Madtari dekat Taman Flexi. Dengan menyantap bakso dan pisang dengan keju segunung kami mulai evaluasi hingga dialog-dialog imajiner nan progresif hingga larut malam.

Satyam Eva Jayate!

Chit Jna' Amary K.

Bagaimana Karma Bekerja?

Bagaimana Karma Bekerja? - Sementara di Bumi, kita hidup dalam dunia reinkarnasi dan karma. Percaya atau tidak, karma dimulai & berakhir dengan Cinta. Karma dimulai dengan jiwa kita melakukan perjalanan pribadi melalui alam semesta. Karma berakhir bila kita telah menyempurnakan diri dalam kemampuan kita untuk memilih cinta dalam setiap tindakan.

Jadi Apa itu Karma? Sebagai jiwa kita abadi. Kita memiliki kehidupan masa lalu, sekarang, dan masa depan. Untuk bertumbuh dalam kasih, sukacita, dan kesadaran, kita berinkarnasi dalam serangkaian tubuh fisik untuk mengalami eksistensi yang berbeda. Kita telah atau akan mengalami kedua jenis kelamin, semua ras, agama, dan etnis di banyak masa kehidupan


Karma berarti bahwa " ketika kita menabur, demikian pula yang akan kita tuai " dalam masa kehidupan ini atau kehidupan lain sampai kita mengerti konsekuensi lengkap dari semua tindakan kita. Karma adalah prinsip sebab dan akibat, aksi dan reaksi, total keadilan kosmik dan tanggung jawab pribadi.

Ada 4 jenis karma yang bekerja dalam kehidupan :

• Sanchita Karma: hasil akumulasi dari semua tindakan kita di masa lalu kehidupan. Ini adalah total utang kosmik kita. Setiap saat, setiap hari kita menambah atau mengurangi utang kosmik ini.

• Prarabdha Karma: porsi dari “Sanchita” karma kita yang sedang bekerja di dalam kehidupan sekarang. Jika Anda menyetujui untuk membayar utang Anda dalam kehidupan ini, maka lebih banyak utang masa lalu yang bekerja dalam kehidupan ini.

• Agami Karma: porsi tindakan dalam kehidupan sekarang yang menambah “Sanchita” karma Anda. Jika Anda gagal untuk membayar utang Anda, maka lebih banyak utang akan ditambahkan ke “Sanchita” karma dan akan dibawa ke kehidupan masa depan.

• Kriyamana Karma: karma harian, karma instan yang diciptakan dalam kehidupan ini yang langsung mendapat balasannya segera. Ini adalah utang yang dibuat dan kemudian dibayar – yaitu jika kita berbuat salah, tertangkap dan kita menghabiskan waktu di penjara

" Perlawanan terhadap karma adalah sia-sia". Sebagai Jiwa, kita mengalami siklus konstan kelahiran dan kematian dalam serangkaian tubuh sampai kita belajar semua pelajaran-pelajaran rohani yang merupakan totalitas dari semua pengalaman yang mengajarkan kita. Sampai Anda belajar, Anda akan menemukan bahwa “perlawanan” terhadap aturan karma adalah " sia-sia ".
Aturan Karma mengarahkan Kehidupan kita di Bumi :

1. KARMA mengajarkan DENGAN PENGALAMAN bukan untuk menghukum

Meskipun mungkin sering “merasa” seperti hukuman, tujuan dari karma adalah mengajar bukan untuk menghukum. Seringkali cara “yang terbaik” kita belajar adalah menanggung penderitaan yang sama yang telah kita timpakan pada orang lain. Misalnya, saya ingat sedikit tentang kehidupan saya sebagai Komandan di Kota Konstantinopel kuno di mana saya telah membunuh banyak orang tanpa ampun, sering kali dengan sedikit pembenaran. Namun, saya ingat dengan jelas kehidupan di mana karma saya dibayar dengan dibantai sebagai orang Indian dalam peristiwa pembantaian oleh tentara Amerika. Percayalah, saya mempelajari pelajaran tersebut di akhir saat-saat pembantaian yang mengerikan tersebut.

2. KITA SEMUA DI SINI UNTUK BELAJAR PELAJARAN diajarkan oleh KARMA

Kita semua di sini untuk mempelajari pelajaran sebagai “makhluk spiritual dalam fisik manusia”. Pelajaran ini dirancang untuk membantu kita bertumbuh menjadi tingkat yang lebih besar dari kasih, sukacita, dan kesadaran. Mereka mengajar kita untuk “memilih cinta pada setiap saat”, untuk “memaafkan semua orang, semuanya”, dan “hidup bahagia”. Di mana kita tidak memilih cinta, tidak menunjukkan pengampunan, tidak mengajarkan toleransi, atau tidak menampilkan belas kasih, karma akan mengintervensi kita untuk menempatkan kita kembali di jalan pelajaran ini. Cukup sederhana, satu-satunya jalan untuk mencapai keadaan keseimbangan karma adalah memilih cinta.

3. KITA MELUPAKAN KARMA UNTUK MEMASTIKAN APAKAH KITA BELAJAR

Sebelum kita dilahirkan, kita telah menyepakati untuk menempatkan diri kita ke jalan yang kita perlukan untuk belajar. Setelah kita sampai di sini, kita sepakat untuk “lupa” hal ini. Tujuan dari “lupa” ini adalah untuk menjaga kita dari beban masa lalu kita sambil memastikan bahwa kita telah benar-benar belajar dari pelajaran kita. Sebagai contoh, setelah beberapa kali menjadi Jendral di masa lalu hidup saya, dan saya cenderung untuk memperlakukan orang lain dengan cara yang mendominasi . Dalam kehidupan ini, saya ditempatkan di dalam situasi di mana dibutuhkan kerendahan hati yang akan melayani saya lebih baik daripada menjadi seorang “Jenderal diktator “. Hanya ketika saya mampu mengatasi “masalah” ini dan saya akan mengerti mengapa saya ditempatkan ke tempat-tempat karma tersebut.

4. KARMA adalah impersonal, LOGIS, dan dapat diramalkan

Karma memberikan kita kesempatan setiap saat untuk menjadi terbuka untuk tingkatan yang lebih tinggi dari cinta dan kasih sayang. I Ini bekerja secara impersonal: berlaku untuk semua orang, sepanjang waktu, tidak ada pengecualian. Hal ini sangat logis: apa yang kita tabur adalah apa yang kita tuai dalam ukuran yang tepat dan adil. Karma adalah dapat diperdiksi seperti hukum gravitasi: apa yang dilakukan kepada Anda adalah hasil bersih dari apa yang telah Anda lakukan kepada orang lain.

5. KARMA adalah benar-benar ADIL DAN MENCIPTAKAN KEADILAN secara KESELURUHAN

Sebagai contoh, tidak ada orang-orang di penjara yang “tidak bersalah” , mereka berada di sana karena suatu alasan. Jika mereka muncul merasa “tidak bersalah” dalam hidup ini, itu karena mereka “telah bersalah” dalam kehidupan masa lalu dan “harus membayarnya”. Mereka yang merasa”tidak bersalah” merasa “tidak adil” karena mereka tidak melihat penyebab kehidupan ini adalah efek dari kehidupan masa lalu ketika mereka “bersalah”.

6. KARMA MENYEDIAKAN HUBUNGAN ANTARA TINDAKAN DENGAN HASIL

Penyebab yang terjadi di kehidupan ini selalu merupakan efek dari kehidupan sebelumnya. Tujuan dari karma adalah untuk memastikan hubungan antara tindakan kita (penyebab) dengan hasil (pengaruh). “Ini adalah Tuhan maha Pengasih yang membantu setiap jiwa untuk mengembangkan potensi spiritual tertingginya melalui pengalaman.”Ini adalah pengalaman kita yang mengajarkan kepada kita tentang Hukum Cinta.

7. KARMA mengajarkan KITA TANGGUNG JAWAB TOTAL

Tujuan dari karma adalah untuk memberikan kita semua pengalaman yang kita butuhkan untuk berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dari kasih, sukacita, kesadaran, dan tanggung jawab. Karma mengajarkan bahwa kita sepenuhnya bertanggung jawab atas kondisi hidup kita. Karma adalah seperti “Thread Mill”. Mereka membuat Anda berjuang sampai Anda menguasai diri Anda dan dapat meningkatkan kesadaran sendiri.

8. KARMA mengajarkan cinta dan kasih sayang UNTUK SEMUA

"Lihatlah bahwa Anda berada di pusat alam semesta, Terimalah segala sesuatu sebagai bagian dari Anda, Bila Anda merasa bahwa tindakan yang Anda lakukan untuk orang lain seperti yang dilakukan kepada diri Anda,  Anda akan memahami kebenaran yang lebih besar." Toleransi membuka pintu untuk kasih sayang dan cinta.

9. KARMA MENUNJUKKAN KITA TENTANG KEUTUHAN DAN KESATUAN DENGAN KEHIDUPAN

Karma menunjukkan kita tentang keutuhan dan kesatuan kita dengan kehidupan. Karma mendorong kita untuk melihat melampaui diri kita sendiri (keesaan) sehingga kita dapat melihat diri kita seperti kita sesungguhnya (keseluruhannya atau Self Realisasi). Setelah kita benar-benar memahami diri kita sendiri, kita dapat melihat keilahian kita ( Realisasi Tuhan) dan kesatuan kita dengan semua kehidupan.

10. KARMA MENDORONG KITA UNTUK MELAYANI DAN KEMUDIAN UNTUK CINTA

Karma mendorong kita untuk melayani. Melayani - berpartner dengan Tuhan – adalah ekspresi tertinggi cinta. Mencintai berarti melayani: melayani adalah pilihan Anda. Ketika Anda menerima tanggung jawab total atas hidup Anda, Anda melihat diri Anda sebagai jiwa dalam pelayanan kehidupan. Ketika Anda melakukannya, Anda menjadi sadar sepenuhnya sebagai rekan kerja dari Tuhan.

11. MEMAHAMI KARMA ADALAH KUNCI MENUJU HARMONY

"Percaya pada karma membuat hidup menjadi murni, kuat, tenang, dan senang. Hanya perbuatan kita sendiri dapat menghalangi kita, hanya kita sendiri akan dapat membelenggu kita. Marilah kita mengenali kebenaran ini, dan kebebasan kita. Alam tidak dapat memperbudak Jiwa dan dengan kebijaksanaan kita mendapatkan kekuatan dan menggunakan keduanya dalam cinta."

12. UNTUK SETIAP PERTANYAAN, CINTA SELALU JAWABANNYA

" Karma menunjukkan kepada kita bahwa untuk setiap pertanyaan cinta adalah jawabannya ". " Cinta adalah tempat kelahiran kita, tempat kita berlindung terakhir, dan alasan keberadaan kita. Jika kita menyadari bahwa belas kasihan dan cinta adalah tujuan akhir dari perjalanan kita, jantung alam semesta akan merespon ".

Oleh : Ellen A. Mogensen

Referensi : Google.co.id ; facebook.com

Seorang Anak Desa Mempunyai Mimpi Besar

Karya Cerpen : Wayan Fery S

Sebagian besar doa dari seorang petani adalah mengharapkan adanya hujan turun disaat musim tanam,agar padin nya dapat tumbuh subur dan mendapatkan hasil panen yang sukses. Namun tidak halnya dengan keluarga ini,ketika angin berhembus kencang suara air hujan begitu derasnya seakan merobohkan rumah yang terbuat dari dinding bambu serta atap rumah yang memungkinkan air hujan bertamu didalam rumah, itulah kondisi pasangan suami istri bpk putra dan ibu sinta saat melahirkan seorang anak laki-laki yang lahir tanpa bantuan bidan maupun dokter dan seorang anak mungil dan lucu menangis menandakan aku lahir dengan selamat Ayah-ibu. Seorang ayah yang sehari-hari nya bekerja sebagai seorang buruh petani pun tersenyum bahagia melihat anak pertamanya lahir dan sang ayah berbisik ‘nak kamu adalah satu-satunya harapan bapak,kamu tahu gimna kamu lahir saat ini? Ayah ingin kamu menjadi seorang anak yang tangguh dan pejuang,kalahkan ayah nak ‘.










Prema yaaa prema namanya seorang anak mungil tadi, kini prema sudah menjadi seorang laki-laki perkasa dengan berseragam putih merah menandakan kini prema mengemban bangku Sekolah Dasar di sebuah desa Taman Sari sebuah desa terpencil dari hiruk pikuk kota  Bandung. Keseharian prema setelah pulang sekolah yaitu membantu ayahnya menyelasaikan pekerjaannya sebagai seorang buruh petani di sawah, bekerja dan bekerja. Prema adalah pejuang,pejuang keluarga maupun pejuang masa depan. Tak henti nya sang ayah bersyukur di karunia seorang anak berbakti dan sang ayah terus memberikan inspirasi kehidupan ketika prema menjelang tidur.
Teetttt….teettttt..teeettttt bell sekolah menandakan siswa sekolah masuk kelas, di dalam kelas yang sederhana prema duduk di barisan bangku terdepan dan ibu guru pun memberikan pelajaran hari ini yaitu PKN (Pendidikan Kewarganegraan). Hari ini ibu guru ingin tahu cita-cita masa depan dari murid-muridnya , ditunjuklah satu persatu :
Ibu guru : Doni apa cita-cita kamu saat kamu gede nanti ?
Doni : saya ingin menjadi guru,seperti ibu.
Ibu Guru : kalau kamu pepi apa ?
Pepi : ibu guru saya ingin menjadiii mmmmmmmm…. Dokter bu guru biar bisa nyuntik pasien.
Ibu guru : nah kamu ngapain sembunyi dipojokan odot, kamu takut ya ibu tunjuk karena tidak punya cita-cita  sambil ibu guru tersenyum ( seisi kelas pun tertawa)
Ibu guru : kini giliran kamu prema apa cita-cita kamu nanti kalau prema sudah besar ?











Prema : prema terdiam sejenak dan menjawab, ibu guru kata ayah prema,saya adalah anak yang berbakti kepada orangtua dan ayah saya setiap malam sebelum saya tidur memberikan inspirasi pesan bahwa nanti kelak saya harus  tumbuh besar berguna bagi orang lain dan bisa mengukir nama prema di dalam tinta emas dalam sebuah sejarah. Dengan mata yang bersinar berdiri tegak yaaaaa ibu guru saya akan menggegam Indonesia di kedua tangan ini dan saya akan bilang saya adalah orang besar dan hebat. 
Ibu guru pun terdiam mendengar apa yang di bicarakan prema sambil kebingungan ibu guru penasaran dan bertanya lagi.
Ibu guru : orang besar seperti apa yang kamu lakukan ingin menggenggam Indonesia ?
Prema : saya tidak tahu ibu guru apa yang saya lakukan nanti , yang pasti saya hanya yakin bisa mewujudkan pesan dari ayah untuk di jadikan mimpi besar saya, ibu guru.
Empat puluh tahun kemudian,,.....
Di halaman teras rumah yang ramai di hiasi tanaman-tanaman bunga yang indah terdapat kursi goyang yang di duduki seorang bapak tua dengan mengenakan pakaian putih lembut dengan  pancaran wajah yang sedang meratapi kesejukan udara pagi hari yang begitu indah. Tiba-tiba bapak tua terkejut karena tak lama kemudian dikejutkan oleh anaknya paling bungsu menghampiri dari belakang , si bapak tua ini mempunyai dua orang anak, dan anak bungsu bernama satya. ayah apa yang kamu lakukan pagi-pagi hari yang cerah ini duduk sendirian yah,, ehmmm sambil  bergeming , ayah lagi membayangkan kembali masa-masa kecil ayah sampai  saat ini nak,sahut sang ayah. Satya bertanya lagi ,ayahkan orang besar dan hebat tolong ceritakan ke satya apa yang ayah lakukan disaat masa kecil sampai sudah besar yah.
ayah pun bercerita,, dulu ayah dilahirkan nenek kamu pada kondisi susah nak, ayah sekolah tidak selayaknya anak tetangga yang berangkat sekolah dengan wajah bahagia, ayah hanya mengenakan seragam bekas dari anak tetangga, sehabis pulang sekolah ayah langsung mebantu kakek mu pergi ke sawah karena saat itu kakek buruh petani, begitu pun seterusnya . ayah dulu melanjutkan sekolah ketingkatan tinggi sampai sarjana ayah tidak pernah membebankan orangtua,ayah terus bekerja dan mengejar beasiswa untuk membiaya uang kuliah dulu. Ayah yakin sehabis bersekolah tinggi ini ayah akan menjadi orang yang akan berguna bagi orang lain, setelah ayah meniti karier dan perekonomian ayah cukup baik, ayah mendirikan sekolah-sekolah gratis di desa bagi anak-anak seperti ayah dulu nak dan juga ayah mebantu perekonomian masyarakat desa dengan mendirikan koperasi – koperasi serta melakukan pelatihan –pelatihan kewirahusaan bagi para pemuda di desa nak, langkah ayah dulu efektif dan desa ayah maju sekali dalam pendidikan maupun perekonomian. Apa yang ayah lakukan sampai membuat pemerintah bergelik hati untuk meminta ayah melakukan hal itu keseluruh wilayah. Dan alhasil dengan kerja keras ayah mampu mengembangkan pendidikan maupun perekonomian masyarakat di seluruh belahan masyarakat Indonesia. Berkat jasa kerja keras, ayah dulu membuat tinta emas dalam sejarah sebagai tokoh inspirasi dan di nobatkan sebagai bapak pembangunan sepanjang sejarah nak.
Nah kira-kira begitu nak cerita dri ayah, kira-kira kamu besar ingin  menjadi apa nak, satya menjawab satya ingin menjadi orang lebih besar lagi dari apa yang ayah lakukan, bagusss nak sahut sang ayah.
Selesai…………

Mungkin cerita pendek itu kurang inspiratif tetapi melalui cerita itu saya ingin memberikan pesan bahwa hidup itu memang susah ,jangan seperti ranting pohon yang bisa digoncangkan oleh tiupun angin,jadilah akar yang mendirikan pohon dengan kokoh. Dengan cara apa? Setidaknya anda memiliki tujuan hidup atau semacam mimpi besar . bagi anda yang belum memiliki mimpi atau tujuan hidup anda, ambil sepujuk kertas dan pena dan tulisanlah ‘Peta Jalan Hidup’ jawablah pertanyaan sederhana ini, APA tujuan hidup anda atau anda mau jadi apa suatu saat nanti ? MENGAPA anda memilih tujuan terebut ? BAGAIMANA anda akan mencapai tujuan tersebut ? mari berfikir, terimakasih.

Tirta Yatra Dan Simakrama Di Jakarta Dan Bogor

Tirta Yatra Dan Simakrama Di Jakarta Dan Bogor  - Pada tanggal 30 November dan 01 Desember 2013, PD KMHDI Jawa Barat mengadakan kegiatan “Tirta Yatra dan Simakrama”. Kegiatan ini dilaksanakan di dua Pura yang berada di daerah Jakarta dan satu Pura di daerah Bogor. Sebelum keberangkatan menuju Jakarta dan Bogor, para peserta dan panitia mengadakan persembahyangan bersama dan persiapan barang-barang, sambil menunggu bis yang akan membawa kami berpetualang. Setelah bis tiba, semua panitia dan peserta bergegas masuk ke dalam bis dan salah satu panitia mulai mengabsen kami semua. Lalu, kami pun memulai perjalanan menuju Jakarta sekitar pukul 09.00 pagi. Selama perjalanan, para peserta yang terdiri dari anggota dan partisipan PD KMHDI Jawa Barat ada yang mengobrol, bercanda, menyanyi dan ada pula yang tertidur.

    Saat siang hari dimana matahari mulai berada tepat diatas kepala, suasana dalam bis pun mulai memanas dan semakin memanas. Hal itu disebabkan karena bis yang kami gunakan tidak memiliki AC, dan bisa dibayangkan bagaimana rasanya menuju Jakarta dengan menggunakan bis ini........ Walau dengan keadaan bis yang seperti ini, hal itu tidak mengurangi rasa bahagia kami saat melakukan kegiatan Tirta Yatra dan Simakrama.

    Sekitar pukul 13.00, kami tiba di Pura pertama yang kami kunjungi, yaitu Pura Rawamangun. Kami langsung mengganti pakaian kami dengan menggunakan pakaian sembahyang. Setelah semua selesai mengganti pakaian, lalu kami melakukan persembahyangan bersama di Pura Rawamangun. Persembahyangan pun selesai dan kami melanjutkan kegiatan dengan makan siang bersama. Setelah makan siang selesai, kami mulai bersiap untuk memulai acara simakrama dengan Pengurus Pura, PD KMHDI Jakarta, dan Presidium KMHDI.

    Tidak lama kemudian, tamu-tamu undangan mulai berdatangan dan acara simakrama pun dimulai. Anggota PD KMHDI Jakarta yang hadir lumayan banyak sekitar 5-6 orang, Pengurus Pura yang hadir ada 3 orang, dan 4 dari 5 Presidium KMHDI pun hadir, bahkan ada beberapa alumni KMHDI yang hadir saat itu. Acara simakrama berlangsung dengan lancar, begitupun dengan konsumsi yang disajikan hehe. Sebelum mengakhiri acara simakrama, Ketua PD KMHDI Jawa Barat, Wayan Fery, memberikan sejumlah bantuan untuk Pura Rawamangun kepada Pengurus Pura.


Our Memories :
Foto bersama bersama PD KMHDI Jakarta, Alumni KMHDI, Presidium KMHDI dan Pengurus Pura di Pura Rawamangun, Jakarta.



    Acara simakrama di Pura Rawamangun telah selesai, kami dengan semua tamu undangan simakrama pun berfoto bersama. Setelah mengucapkan terimakasih dan salam perpisahan, kami pun mulai bersiap untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Pura Halim. Setelah semua peserta masuk ke dalam bis, kembali salah satu panitia mengabsen kehadiran peserta, agar tidak ada yang tertinggal.

    Selama perjalanan, semua peserta dalam bis kembali bercanda, mengobrol, bernyanyi dan tertidur. Hawa panas dan macetnya Jakarta ada yang membuat beberapa peserta kesal, ditambah dengan bis yang tidak menggunakan AC. Tetapi tetap saja, semua hal itu tidak menurunkan semangat para peserta demi kelancaran acara kami bersama. Sekitar jam 17.00, kami tiba di Pura Halim dan langsung memulai persembahyangan bersama. Pada saat itu, ada dua pemangku yang menyambut kedatangan kami, meminta kami untuk berkenalan dan pada akhirnya mengajarkan kami untuk ‘mekidung’.

    Setelah kegiatan persembahyangan dan ‘perkenalan’ dengan kedua pemangku di Pura Halim selesai, kami pun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan terakhir kami, yaitu Pura Gunung Salak, Bogor.Selama perjalanan, banyak dari kami yang tertidur karena merasa capek selama seharian ini. Ketika kami masih berada pada jalan tol menuju Bogor, tiba-tiba bis yang kami gunakan berhenti. Para peserta yang awalnya tertidur, mulai terbangun satu persatu dan menanyakan satu sama lain mengenai berhentinya bis.

    Setelah menanyakan pada supir bis, kami pun akhirnya mengetahui bahwa ada masalah pada bis yang membuat bis tidak bisa meneruskan perjalanan dan harus di derek. Mengetahui hal itu, beberapa panitia ada yang panik, ada yang berusaha menenangkan peserta, dan ada juga yang mulai berdiskusi mencari solusinya. Butuh waktu yang cukup lama untuk kami berdiskusi mencari solusi yang tepat, sehingga hampir semua peserta akhirnya turun dari bis terlebih dahulu.

    Kami, para peserta dan panitia, terduduk di pinggir jalan tol pada malam hari dan dalam keadaan belum makan malam............Beberapa dari kami mungkin mulai berpikir bahwa hal ini adalah kekurangan yang terbesar dalam acara ini. Bis yang tidak menggunakan AC dan sekarang bis tersebut tidak bisa meneruskan perjalanan menuju Bogor. Lalu bagaimana kita bisa sampai di Pura Gunung Salak? Bagaimana dengan acara simakrama kita dengan Pengurus Pura dan Mahasiswa Hindu di Bogor? Bis di derek sampai Bogor, lalu bis di perbaiki terlebih dahulu. Lalu kami akan menunggu dimana? Kami telah memesan makan malam pada salah satu Pengurus Pura disana, bagaimana jika kami terlambat datang? Bagaimana dengan makanan yang sudah dipersiapkan? Dan masih banyak pertanyaan lain yang muncul dikepala para panitia dan juga peserta.

    Untungnya, Tuhan selalu memberikan jalan terbaik bagi umatnya. Beberapa panitia meminta bantuan, dan akhirnya beberapa dari kami bisa naik mobil menuju Pura Gunung Salak dari kota Bogor. Akhirnya bis kami pun di derek menuju kota Bogor dan setelah sampai disana, beberapa dari kami menaiki mobil untuk melanjutkan perjalanan. Sisanya yang kebanyakan laki-laki, melanjutkan perjalanan dengan menggunakan truk.

    Hal-hal seperti inilah yang menurut kami semua tidak akan kami lupakan selama acara Tirta Yatra dan Simakrama ini. Banyak pengalaman yang kami rasakan selama perjalanan, walaupun ada halangan, kami tau Tuhan pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik. Mungkin beberapa dari kami ada yang kesal karena kejadian selama perjalanan ini, namun banyak juga dari kami yang merasa bahwa perjalanan ini menyenangkan dan tak terlupakan. Iya kan?

Akhirnya, setelah kami melewati semua halangan, kami tiba di Pura Gunung Salak. Karena hari sudah sangat malam, setelah kami melakukan makan bersama, kami segera mengkondisikan para peserta untuk tidur. Sebagian ada yang tidur di villa salah satu panitia dan sebagian ada yang tidur di tempat yang sudah disediakan di pura. Oh iya, sebelum kami semua tidur beberapa peserta ada yang mandi dan sembahyang malam.

Esok paginya, setelah kami semua bangun dan selesai mandi, kami segera mengganti pakaian dengan pakaian sembahyang. Kami makan bersama terlebih dahulu, lalu melanjutkan dengan persembahyang bersama. Beberapa dari kami yang berhalangan untuk sembahyang, mulai mempersiapkan untuk acara simakrama dengan pengurus pura dan mahasiswa Hindu di Bogor. Persembahyangan bersama yang kami lakukan cukup lama, karena dipimpin oleh pemangku dari Pura Gunung Salaknya sendiri. Para mahasiswa Hindu Bogor yang menjadi tamu undangan kami, banyak yang sudah hadir. Maka, setelah persembahyangan bersama selesai, kami pun langsung memulai acara simakrama.

Acara simakrama ini, sebenarnya merupakan salah satu bentuk  sosialisasi KMHDI bagi para mahasiswa Hindu yang tinggal di Bogor dan sekitarnya serta pada pengurus pura. Mahasiswa Hindu Bogor yang hadir adalah beberapa mahasiswa yang berjumlah 25 orang dari berbagai macam perguruan tinggi di Bogor. Adapun terdiri dari Institut Pertanian Bogor (IPB), STIKES Bogor, Universitas Pakuan Bogor, dan Akademi Kimia Analisis Bogor (AKA).

Acara simakrama yang kami lakukan cukup lancar dan memuaskan, terlihat dari adanya beberapa mahasiswa Hindu Bogor yang antusias. Mereka terlihat tertarik dengan apa yang kami sampaikan dan mereka tidak malu untuk bertanya serta mengemukakan pendapat. Kami semua merasa sangat senang dapat berdiskusi, berkenalan dan bahkan bercanda bersama teman-teman dari mahasiswa Hindu Bogor ini. Akhirnya, kami menemukan lagi salah satu cara untuk tetap menjalin hubungan baik dengan keluarga kami di daerah lain.

Akhirnya acara simakrama pun selesai, kami berfoto bersama dengan semua tamu undangan dan makan siang bersama. Setelah itu, para tamu undangan pun pamit pulang. Kami pun segera bersiap-siap untuk kembali ke Bandung, karena acara kami telah selesai. Bis kami yang kemarin sempat mengalami kerusakan, sudah diperbaiki dan sudah siap membawa kami untuk pulang. Kami pun akhirmya masuk ke dalam bis dengan membawa barang-barang kami. Sebelum berangkat, seperti biasa salah satu panitia mengabsen kembali. Kami semua sudah siap untuk pulang ke Bandung.

Selama perjalanan, kebanyakan dari kami tertidur. Namun, banyak pula yang mengobrol, bercanda dan menyanyi bersama. Setelah sampai di Bandung, tepatnya di sekre PD KMHDI Jawa Barat, kami segera turun dari bis dan membawa barang-barang kami. Tidak lupa, kami pun mengucapkan terimakasih kepada Bapak supir yang telah mengantarkan kami dari kemarin. Akhirnya, beberapa dari kami sudah ada yang dijemput dan pulang ke rumah kami masing-masing. Sampai saatnya, kami semua mungkin sudah tertidur pulas di kamar masing-masing.

Acara Tirta Yatra dan Simakrama ini, menjadi pengalaman baru bagi kami semua. Bagaimana cara menghadapi halangan yang ada dengan sabar dan tepat, serta menguntungkan semua pihak. Beberapa dari kami atau mungkin kami semua tidak akan melupakan perjalanan selama acara ini. Saat kami tertawa, tertidur, bernyanyi, dan merasakan panik bersama. Mungkin juga ada beberapa yang kesal, tapi selalu ada beberapa orang yang mampu membuat perjalanan acara ini menjadi menyenangkan.
Terimakasih kepada semua panitia, peserta, dan semua orang yang telah mendukung acara Tirta Yatra dan Simakrama PD KMHDI Jawa Barat. Acara ini akan menjadi salah satu acara yang tidak terlupakan selama menjadi anggota atau partisipan PD KMHDI Jawa Barat. Semoga kami tetap bisa membuat acara-acara lainnya yang mungkin akan lebih seru dan menyenangkan bagi kami semua.

Sekali lagi, terimakasih. Satyam Eva Jayate!


Oleh : Putri Saktyastuti

Wajah Perdamaian untuk Kaum Muda

Wajah Perdamaian untuk Kaum Muda - Tulisan | Menjaga perdamaian di negeri ini adalah hal mutlak yang harus dilakukan untuk kaum penerus bangsa sebagaimana pemuda, saat ini kita tidak perlu banyak berwacana tentang perdamaian perlu tindakan dan langkah pasti untuk mewujudkannya. Peta kurukunan antar masyarakat di Indonesia sendiri masih jauh dari satu kesatuan banyak persolan-persolan konflik antar masyarakat yang terjadi , dalam hal ini yang paling kontras terjadi yaitu persoalan Agama .

Konflik Agama bukanlah hal baru yang terjadi namun hal ini justru tumbuh dan berkembang di era globalisasi. Tidak perlu di pungkiri Indonesia terdiri dari bermacam-macam keanekaragaman Suku, Agama dan Ras sehingga sering dikenal Negara multikultural. Hal dalam perbedaan ini lah menjadi alat yang paling ampuh untuk memprovokasi demi kepentingan golongan. Kebebasan untuk menjalankan agama pun menjadi semakin banyak persoalan salah  persoalan, pendirian tempat Ibadah (salah satu nya HPKB Ciketing pondok timur,bekasi dan kasus Yasmin Bogor).faktor-faktor persoalan  itu dapat di bagi menjadi dua permasalan , pertama faktor non ke Agamaan : kesenjangan Ekonomi,Politik, Sosial dan Budaya dan factor ke Agamaan : penyiaran agama,bantuan penyiaran agama luar negri,pendidikan agama,pernikahan diluar agama ,pendirian rumah ibadah. Dll (sumber : Puslitbang Kehidupan Beragama Kemenag RI )

Dari semua persoalan kerukunan adalah tugas berat para pemuda untuk menjaga kerukunan untuk mewujudkan perdamaian. Apabila di lingkungan kaum muda saja perbedaan agama menjadi penghalang membentuk suatu kesatuan menuju perubahan lebih baik, generasi muda tidak akan lebih baik. Perselisihan akan sering terjadi di mana saja oleh karena perbedaan agama tersebut. Mahasiswa sebagai generasi muda layaknya memikirkan hal ini dan mulai bangkit melakukan suatu perubahan. Mengapa mahasiswa? Karena mahasiswa adalah generasi muda yang sedang bertumbuh dan akan mendominasi kepemimpinan bangsa ini. Generasi muda menjadi aktor terbaik pada perubahan. Jika saat ini generasi muda memahami dan sepaham akan perbedaan agama dan membentuk kesatuan yang didasarkan perbedaan agama maka kerukunan/hubungan lintas agama akan terjaga kearah yang baik. Tindakan yang dilakukan yaitu mengajak semua masyarakat, generasi muda saling memahami perbedaan agama, memperbaiki hubungan lintas agama, dan membentuk kesatuan melawan provokasi-provokasi yang membuat keributan, dan melakukan kegiatan bersama yang mendorong masyarakat saling menghormati didalam pluralisme.

Kaum muda Indonesia memerlukan suatu bangsa dan negara yang bersatu, yakni NKRI yang berpijak pada UUD 45 dan ideologi filosofis Pancasila agar terwujudnya peran  posotif di berbagai bidang kehidupan dan bernegara untuk masa depan  yaitu  :

1. Dalam bidang politik dan ideologi kebangsaan, sebagai para pemimpin bangsa dan negara yang piawai dan cerdas menjalankan roda pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan UUD 45 dan falsafah Pancasila;

2. Dalam bidang ekonomi, sebagai para pelaku bisnis dan kewirausahaan yang dapat meningkatkan taraf kehidupan ekonomi masyarakat, bangsa dan negara secara keseluruhan.

3. Dalam bidang ketahanan bangsa, sebagai patriot bangsa dan negara yang mampu mempertahankan kedaulatan teritorial NKRI Indonesia dan mampu mengadaptasikan bangsa dan negara dengan berbagai arus perubahan besar yang sedang melanda dunia dalam banyak bidang tanpa kehilangan ciri-ciri keindonesiaan yang konsisten dan dinamis;

4. Dalam bidang hubungan internasional, untuk menjadikan Indonesia sebagai suatu bangsa dan negara yang memainkan suatu peran signifikan dalam percaturan politik dan militer global;

5. Dalam bidang pendidikan dan penelitian serta pengembangan keilmuan, untuk menjadikan Indonesia suatu negara modern yang memainkan suatu peran global yang signifikan dalam penguasaan serta pengembangan sains dan teknologi modern.

6. Dalam bidang kebudayaan, sebagai para pelaku pelestarian dan perubahan kebudayaan yang akan memperkokoh identitas kebangsaan Indonesia dalam lingkup internal domestik dan dalam lingkup masyarakat global.

Tanpa kesatuan dan persatuan sebagai bangsa dan negara, yang diikat oleh UUD 45 dan ideologi Pancasila,  kaum muda Indonesia akan mengalami bukan saja banyak hambatan berat tetapi juga ancaman kegagalan total dalam menjalankan semua fungsi tersebut. Kesatuan dan persatuan bangsa dan negara adalah suatu syarat mutlak yang harus dipenuhi jika kaum muda Indonesia ingin dapat dengan efektif menjalankan keenam fungsi mereka tersebut dalam negara Indonesia di masa depan. Keenam bidang tersebut di atas merupakan tantangan-tantangan luas dan berat yang harus dihadapi kaum muda Indonesia dewasa ini dengan berani, cerdas, ulet, tekun, penuh komitmen dan bermoral. Ini adalah tanggung jawab kita bersama menjaga perdamaian bahwa kita adalah senasib dan sepananggungan untuk dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh : Wayan Fery

Ketua KMHDI Jawa Barat

Cc : http://politik.kompasiana.com/2013/10/31/wajah-perdamaian-untuk-kaum-muda-606688.html

Selamat Datang Anggota Baru !!!

Selamat Datang !!!

Selamat Datang Anggota Baru !!! - Sekali lagi saya ingin mengucapkan selamat datang kepada para anggota baru KMHDI PD Jabar. Setelah melewati MPAB pada hari minggu tanggal 6 Oktober 2013 dan malam inagurasi pada tanggal 12 dan 13 Oktober kemarin, kalian telah resmi menjadi anggota PD KMHDI Jabar, selain karna udah selesai mengikuti rangkaian acara yang udah dibuat kalian juga udah ada SK yang meresmikan kalian sebagai anggota baru KMHDI PD Jabar *yeaaaaa*


Kali ini saya bukan ingin mengucapkan selamat (bosen nyelametin terus),tapi lebih untuk ngebahas apa aja yang kita udah lakuin di tanggal 6,12, dan 13 Oktober kemaren. Selain buat review sekalian juga pengen bikin yang gak ikut acara ini nyesel. Acara dimulai pada Minggu 6 oktober 2013. Seluruh panitia diwajibkan datang pada pukul 09.00 pagi,dan sebagai panitia yang baik saya datang jam 09.30 pagi *tolong jangan ditiru yaa*. Seluruh panitia yang sudah datang langsung saling bantu untuk menyiapkan acara yang dimulai pada pukul 10.00 pagi.

Jam sudah menunjukan pukul 10.00 pagi,yang artinya acara sudah seharusnya dimulai. Acara pertama adala registrasi peserta. Registrasi peserta tujuan nya agar dapat mendata berapa peserta yang ikut acara MPAB tersebut. Setelah ditotal peserta yang mengikuti acara MPAB hari pertama itu sejumlah 39 (tiga puluh sembilan) orang *yeaaaa*. Setelah registrasi, para peserta MPAB di arahkan menuju pura untuk sembahyang bersama. Acara sembahyang ini bertujuan untuk.....yaaa sudah tau lah ya untuk apa jadi gak perlu di jabarin lagi tujuan dari sembahyang itu apa. Setelah mereka selesai sembahyang mereka diarahkan keruang kelas untuk mengadakan gladi upacara dan diteruskanr dengan upacara pembukaan. Suasana upacara pembukaan dapat dikatakan hikmat dengan suara” orang yang sedang arisan di sebelah ruang kelas yang kita gunakan untuk upacara.

Setelah upacara pembukaan selesai acara dilanjutkan dengan perkenalan pemateri. Pemateri yang ada di acara MPAB hari pertama ini adalah Ary Pradyana, Wayan Fery Sanjaya, Pradnya W, dan Ary chit. Materi yang mereka sampaikan ??? nanti saya beritahu. Melihat wajah peserta yang sedang menahan lapar dan mencoba menahan amarah dari cacing” yang ada di dalam perutnya,maka acara berikut nya dilanjutkan dengan makaaaan siaaaaanggg. Begitu peserta mendengar bahwa acara selanjutnya adalah acara makan siang,wajah mereka berubah ceria seketika. Melihat para peserta yang sedang menyantap makan siang yang kita berikan para panitia juga tidak mau kalah,maka para pantia duduk bersama peserta untuk bersama – sama menyantap makan siang, yaaa bisa dibilang pendekatan secara personal.

Perut sudah kenyang,sekarang waktunya tidur siang...,eh salah maksut nya waktu untuk materi. Materi yang pertama adalah tentang Organisasi yang dibawakan oleh Ary Pradnyana,ary membawakan materi nya dengan cukup baik sehingga para peserta tidak mengalami kengantukan setelah makan siang. Setelah materi organisasi,materi selanjutnya adalah materi tentang jati diri KMHDI yang pertama yaitu religius. Sesuai materinya sosok yang cocok untuk membawakan materi ini adalah tidak lain tidak bukan bapak Wayan Fery Sanjaya. Saya mengakuin bapak Fery membawakan materi nya dengan sangat bagus sehingga para peserta sangat antusias mendengarkan materi yang diberikan. Materi ketiga yaitu masih dari materi jati diri KMHDI yaitu nasionalis yang dibawakan oleh Pradnya.

Setelah pikiran dituntut untuk fokus merhatiin materi yang diberikan oleh para pemateri saat nya untuk....jeng jeng... ice breaking. Game ice breaking nya lumayan untuk menghancurkan kepenatan selesai merhatiin materi yang diberikan. Ice breaking jangan kelamaan nanti peserta nya ketagihan jadi diputusin buat lanjut materi berikutnya yang disampaikan oleh Ary Chit. Ary nerangin tentang materi Jati diri KMHDI yang terakhir yaitu Humanis dan Progresif. Karena sudah mulai materi maka para peserta kembali menyimak materi dengan seksama. Selesai materi untuk mencairkan suasana lagi diadakannya game keakraban yang di pimpin oleh nicky. Game nya seru,tapi teralu panjang kalo diceritain disini bisa – bisa kriting ini tangan ngetik nya.

Selesai main game,waktu sudah menjelang malam hari. Ini ditunjukan dengan langit yang sudah mulai gelap. Sore menjelang malam itu enaknya dengerin motivasi yang diberikan oleh senior kita yaitu bli Gung Dalem sama Bli Arie Suyasha. Motivasi yang diberikan kepada para peserta sangat bagus sampai” para peserta menyimak dengan seksama. Selesai motivasi sore yang diberikan oleh kedua senior hebat tersebut acara dilanjutkan dengan penutupan,isi dari acara penutupan berupa info bahwa acara MPAB belum selesai sampai disini,melainkan akan dilanjutkan pada tanggal 12 dan 13 Oktober 2013 alias minggu depannya. Sebagai penutup acara malam itu akan diadakan sembahyang bersama.


SEMINGGU KEMUDIAN

Sabtu 12 Oktober 2013 ditemani rintik” hujan yang gak lucu,para panitia sudah siap di pura Pura Wira Satya Dharma Ujung Berung untuk melangsungkan malam inagurasi kelanjutan dari acara MPAB 2013. Awal nya acara mulai pada pukul 17.00 tetapi karna peserta yang datang baru sedikit jadi terpaksa acara mundur dan baru dimulai pukul 18.00. Acara pertama pada malam inagurasi adalah registrasi awal,registrasi ini bertujuan untuk mendata kemabali berapa peserta yang hadir pada hari kedua ini,dan berapa peserta yang baru hadir pada hari kedua ini.
Acara kedua setelah para peserta hadir adalah makan malam lalu dilanjutkan sembahyang bersama. Selama sembahyang bersama panitia masih menunggu beberapa peserta yang menyusuk atau telat karena hujan.


Cieee yang lagi sembahyang

Setelah para peserta selesai sembahyang ditambah ada peserta yang baru datang acara dilanjutkan makan malam. Dengan sangat hikmat para peserta bersama panitia menyantap makan malam bersama. Setelah perut terisi penuh saat nya acara inti dimulai. Acara inti yang pertama adalah pembagian tugas yang diberikan oleh Bli Gung Dalem kemudian dilanjutkan dengan materi penjabaran tugas pengurus. Penjabaran tugas pengurus dimulai dari pengurus inti yang diisi oleh bli Fery dengan kak Sandra.
Penjabaran tugas pengurus inti yang kedua adalah bagian Biro Organisasi yang diisi oleh Pradnya. Peserta sejauh ini masih menyimak materi yang diberikan oleh para pemateri. Pemateri disini diisi langsung oleh para ketua biro dari setiap masing – masing biro. Setelah biro organisasi,bagian biro selanjutnya adalah biro litbang yang diisi oleh Ary Pradnyana. Setelah beberapa biro telah menjelakan tentang anggota dan apa tugas dari tiap biro waktu nya untuk cemil – cemil lucu alias Cofee Break. Layaknya orang yang kelaparan di malam hari cemilan yang diberikan langsung diserbu oleh para peserta. Selesai sedikit mengisi perut acara dilanjutkan kembali ke materi penjabaran tugas biro kaderisasi dan biro humas. Pada biro kaderisasi diisi oleh Bli Gung Dalem sedangkan untuk Biro Humas diisi oleh Gede Teguh.

Selesai semua biro menyampaikan tugas dan para anggota nya acara dilanjutkan ke motivasi pada malam hari. Umumnya malam – malam mendengarkan motivasi pikirian sudah tidak fokus,tetapi peserta malam inagurasi tahun ini sebaliknya,mereka tetap fokus dan cenderung antusias mendengarkan motivator yang memberikan motivasi pada malam itu. Motivator pada malam itu adalah tamu dari jakarta yaitu Bli Arsane, yang sengaja diundang dari jakarta (tamu import).



Selesai mendengarkan motivasi tidur ??? jangan harap,acara masih panjang dan pastinya makin seru. Selesai mendengarkan motivasi,para peserta disuruh menutup mata dan berjalan keluar menuju sebuah kejutan yang luar biasa yaitu apiiiii unggunnnn. Konsep api unggun kali ini berbeda dari api unggun biasanya,api unggun yang ini dikelilingi oleh lilin – lilin kecil jadi so sweet gitu *loh.
Semua perserta mengelilingi api unggun didampingi oleh panitia dan mendengarkan motivasi yang diberikan oleh Bli Gung Dalem dan Bli Arsane dengan hikmat lalu ditutup dengan menyanyikan lagu mars KMHDI bersama – sama. Selesai acara api unggun seluruh peserta dan panitia pergi ke alam mimpi alias tidur untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya.


Awas bli apinya panas.....

Pagi harinya sekitar pukul 05.30 peserta dibangunkan untuk melanjutkan acara dihari terakhir. Acara dimulai dengan senam pagi yang dipimpin oleh Ary Pradnyana,dan dapat dikatakan senam pagi tersebut cukup membuat perut sakit dengan gerakan – gerakan yang teralu energik,tapi gapapa itu seru. Setelah senam acara dilanjutkan dengan game yang cukup membuat keringat dipagi hari. Setelah berkeringat ria waktunya untuk sarapan.sarapan sudah sekarangf para peserta dan panitia diijinkan untuk membersihkan diri (tapi pasti yang mandi dikit). Badan sudah bersih (dikit),sudah wangi (pake parfum) kurang lengkap kalo belum sembahyang,maka para peserta langsung menuju pura untuk sembahyang bersama.
Selesai sembahyang akhirnya sampai diacara yang ditunggu – tunggu yaitu upacara penutupan sekaligus upacara pelantikan para angggota baru. Satu persatu nama peserta dipanggil untuk melakukan ritual sakral pelantikan yaitu mencium bendera merah putih dan diikuti dengan mencium bendera KMHDI lalu mendatangin SK yang telah disiapkan. Ada yang berbeda pada upacara kali ini yaitu para peserta setelah menandatangin SK mereka foto untuk kartu anggota. Selesai upacara kurang lengkap kalo belum ada foto bersama panitia dan akhir nya acara ditutup dengan berfoto bersama didepan pura Wira Satya Dharma Ujung Berung

  Ahirnya selesai sudah rangkaian acara MPAB tahun 2013. Semua rasa  lelah,letih,senang,terharu campur aduk menjadi satu di hari terakhir MPAB 2013 tersebut. Semoga dengan bergabungnya anggota baru KMHDI PD Jabar,akan menjadikan PD Jabar semakin baik lagi. Sekali lagi selamat datang para anggota baru KMHDI PD Jabar.

Oleh : Dennis Mahayana

Copyright © 2013 PD KMHDI Jawa Barat and Blogger Templates - Anime OST.
Selamat Datang di Blog Resmi Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Jawa Barat