Tampilkan postingan dengan label KMHDI. Tampilkan semua postingan

Rapat Kerja Daerah VII PD KMHDI Jawa Barat

Om Swastyastu,
Pasraman Husein Sastranegara - Bandung, 16 April 2016. Pelaksanaan Rapat Kerja Daerah PD KMHDI Jawa Barat . Kegiatan ini berlangsung dari jam 9 pagi hingga 7 malam kemarin, adapun pengurus PD KMHDI Jawa Barat dan juga alumni turut hadir dalam Rakerda VII kali ini . Adapun pelaksanaan Rakerda VII ini diharapkan menjadi garis start kepengurusan 2015-2017 untuk melaksanakan Program Kerja selama 2 tahun kedepan. Semangat perubahan terus kami bawa demi tetap meningkatkan jumlah kader Hindu yang berkualitas. Dalam kesempatan kali ini kami meminta doa dan restu dari kawan-kawan anggota, pengurus serta mbok/bli alumni sekalian.

Mengutip perkataan dari seorang pendiri Ford Motor Company sebagai berikut :
"Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young"
and
"Whether you think you can or you can't. You're right"

So, let's do it together! Sekian.
Om Shanti Shanti Shanti Om
*SATYAM EVA JAYATE

Masa Penerimaan Anggota Baru PD KMHDI Jawa Barat


Deskripsi
KMHDI sebagai organisasi kader yang memfokuskan kegiatan organisasi pada pendidikan kader, memiliki kewajiban moral untuk melakukan proses kaderisasi yang berkesinambungan. Proses kaderisasi merupakan suatu proses penanaman nilai- nilai organisasi kepada kader dalam jangka panjang. Dalam upaya menciptakan kader yang berkualitas yang memiliki jati diri religius, humanis, nasionalis dan progresif. Proses ini tidak bisa berhenti pada satu titik puncak, bagaikan suatu siklus yang tidak akan pernah berhenti. Ketika kader telah terkader dengan baik, akan digantikan oleh kader yang baru. Untuk menjaga keberlangsungan proses kaderisasi, yang dipercaya mampu menciptakan kader muda Hindu yang berkualitas, perlu dilakukan kegiatan pengenalan anggota baru yang nantinya akan menjalani proses kaderisasi di dalam KMHDI.

MPAB merupakan suatu masa dimana calon kader diberikan pengetahuan dasar mengenai KMHDI. Karena ini merupakan suatu masa, maka pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan daerah yang bersangkutan tanpa mengurangi essensinya. Pada akhir sesi MPAB akan dilakukan pelantikan anggota baru.

Hari/Tanggal   : Minggu, 6 Oktober 2013

Tempat            : Pura Wira Satya Dharma ( Secapa AD )

Waktu              : 10.00 - 18.00 WIB


Peserta
Seluruh Peserta berasal MPAB kali ini berasal dari Mahasiswa Hindu Se Jawa Barat.

Jadi bagi kalian yang merasa Mahasiswa Hindu di Jawa Barat khususnya yang ingin ikut bergabung dengan KMHDI silakan datang dan bergabung !

# Satyam Eva Jayate


FB        : PD KMHDI JABAR
Twitter : @KMHDIJABAR

Rakornas XI KMHDI Di Palembang


Deskripsi
Rapat Koordinasi Nasional atau Rakornas merupakan salah satu cara formal yang dapat dilakukan organisasi dalam upaya koordinasi, kontrol dan konsolidasi di internal organisasi. Fungsi kontrol tersebut akan menghasilkan beberapa hal yang berguna bagi organisasi, yaitu progress report tentang kinerja organisasi baik menyangkut fungsi internal maupun fungsi eksternal. Progress report inilah yang akan dijadikan potret untuk merumuskan langkah–langkah strategis dalam bentuk program kerja jangka panjang dalam melanjutkan pengabdian kepada umat, bangsa dan negara.

Di samping fungsi yang bersifat kedalam (intern), Rakornas juga ditujukan untuk menampung aspirasi segenap anggota KMHDI dalam hal sikap dan tanggapan kritis atas permasalahan sosial pada masyarakat. Hal ini penting, mengingat bahwa mahasiswa, khususnya mahasiswa Hindu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat dan bangsa Indonesia. Kepedulian kepada masyarakat ini akan dituangkan dalam bentuk sikap kritis dan konstruktif serta dapat dipertanggungjawabkan, sehingga akan terasa nyata partisipasi mahasiswa Hindu dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara



Pembukaan, 
Panggung Budaya Nusantara & Seminar Nasional 
Hari/Tanggal   : Jumat, 6 September 2013 
Tempat           : Ballroom Hotel Novotel

Rakornas XI KMHDI, 
Hari/Tanggal   : Jumat–Sabtu, 6 - 7 September 2013 
Tempat           : Gedung Balai Diklat Keagamaan

Tirtha Yatra dan Bhakti Sosial, 
Hari/Tanggal   : Minggu, 8 September 2013 
Tempat           : Candi Bumi Ayu, Kec. Tanah Abang, Kab. Muara Enim


Peserta
Seluruh Peserta berasal dari Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang KMHDI se Indonesia. Utusan PD KMHDI Jawa Barat yaitu Wayan Fery, Chit Jna' Amary, Gede Teguh, Sandra D. Kusuma, Dewa Gde Doni.

# Satyam Eva Jayate


FB        : PD KMHDI JABAR
Twitter : @KMHDIJABAR

KADERISASI Sebagai Sebuah Keharusan




Alam reformasi di Negara kita telah berumur enam tahun lebih, namun ada fakta dilapangan yang sungguh tidak patut ditiru dari beberapa pemimpin kita adalah sikap yang tertutup terhadap segala kritik, saran dan koreksi. Memandang sempit ajakan untuk duduk dalam forum terbuka adalah sikap arogan yang tidak pada tempatnya.

Sikap yang sangat kontradiktif dengan adab demokrasi itu sendiri padahal Negara Indonesia katanya mengaku menjunjung tinggi adab demokrasi dalam segala bidang kehidupan bermasyarakat. Sikap yang menunjukkan pemahaman sempit terhadap demokrasi dengan memandang hakikat demokrasi hanya ada pada perangkat/lembaga yang menjalankannya. Ini adalah sikap dan pikiran yang perlu mendapat perhatian dan koreksi secara mendasar yaitu sikap pengingkaran terhadap prinsip yang dijunjungnya.

Pengabdian pada masyarakat adalah tugas setiap orang yang sadar akan pentingnya peran, posisi dan potensi dirinya bagi masyarakat. Tak perlu ada lisensi khusus yang diberikan oleh lembaga pemerintahan atau harus mendapat pengakuan dari pemerintah. Siapapun yang memiliki inisiatif untuk berpartisipasi dapat menjalankan fungsinya di tengah masyarakat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Ini adalah prinsip berpartisipasi yang bertanggung jawab..

Mahasiswa yang berdemonstrasi menentang kebijakan pemerintah tak perlu izin dari MPR/DPR ataupun Presiden RI dalam menjalankan aksinya. Buruh pabrik yang menentang kebijakan perusahaan tak perlu surat izin dari pihak perusahaan saat berdemonstrasi. Mahasiswa yang Kuliah Kerja Nyata (KKN ) ke daerah pedalaman tak perlu izin dari MPR/DPR atau Presiden RI untuk mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di sana. Jika kekuasaan menjadi alasan untuk membungkam aspirasi dan partisipasi politik setiap individu maupun organisasi, maka ini pertanda bahwa penguasa sudah membunuh demokrasi yang lahir lewat cita cita nasionalismenya. Sadarkah mereka yang melihat maupun yang menjalankannya? Bagaimana kita bisa dibutakan oleh kekuasaan yang kita buat sendiri? Apakah kita tidak belajar sedikitpun dari teman kita sendiri yang sering kita tuduh komunis?

Hal diatas merupakan salah satu pernyataan untuk mewujudkan  kegelisahan yang menjangkiti kita semua terhadap kondisi dunia kemahasiswaan kita utamanya dalam berorganisasi. Kegelisahan yang melihat adanya tanda-tanda kemunduran akal pikiran dalam masyarakat kita, terutama mahasiswa. Secara tak sadar dan perlahan-lahan namun pasti, kita telah dibutakan oleh pemahaman kita yang sempit, kita telah dibutakan oleh kebodohan yang lahir dari sikap tidak peduli terhadap orang lain apalagi komunitas kita sendiri. Kita telah kehilangan pemimpin-pemimpin yang mampu membuka cakrawala berpikir dan mengangkat komunitas kita dari kemunduran dan telah digantikan oleh kebutaan dan sempitnya cakrawala pikiran. Jika dunia kemahasiswaan kita hanya melahirkan manusia yang berpikir seperti mesin ketimbang orang yang kritis dan mampu melihat masa depan, apa kata dunia?

Kaderisasi tidak lagi hanya untuk mengurusi pergantian kepemimpinan/kepengurusan organisasi. Kaderisasi bukan hanya untuk menurunkan tradisi kemahasiswaan tanpa ada orientasi untuk masyarakat. Kaderisasi bukan dibuat hanya untuk ajang seremonial penerimaan anggota baru. Kaderisasi tidak boleh hanya menjadi rutinitas tahunan yang penuh kebohongan/kesemuan demi lembaran kertas pertangungjawaban di akhir kepengurusan. Kaderisasi harus membuat perubahan! Kaderisasi harus membuka cakrawala berpikir! Kaderisasi harus menghadapi konflik yang membesarkannya. Kaderisasi harus mampu menjawab tantangan masa depan. Kaderisasi harus mampu menanamkan pentingnya prinsip dalam beraktifitas. Kaderisasi harus mengangkat kesadaran. Jika kaderisasi dibuat untuk membuat kita lupa (bahkan buta) terhadap diri kita dan masyarakat, membuat mabuk kepayang dan ketagihan seremonial/formalitas, maka artinya kaderisasi telah menggali kuburannya sendiri.


Gede Kirtana Yoga
Ketua Departemen Kaderisasi PP KMHDI Periode 2003 - 2006

Pertanyakan KMHDI ?




Om Swastiastu,
Salam sejahtera untuk kita semua semoga selalu dalam tuntunan dan lindungan dari Ida Shang Hyang Widhi Wasa. Tidak terasa ternyata organisasi yang telah mewadahi dan mempertemukan kita satu sama lain ini KMHDI telah berumur 19 tahun, tentu bukan waktu yang sebentar untuk sebuah organisasi nasional berdiri dan berkembang. Kini di umurnya yang telah melewati 19 tahun sebagai wujud cinta kita terhadap organisasi ini mari kita berkarya, mari kita bergerak, dan mari kita berkembang menjadi pribadi yang lebih baik ataupun berkembang menjadi suatu kesatuan yang lebih baik.
“Pertanyakan KMHDI?” Kenapa ini menjadi judul untuk wacana peringatan ulang tahun ke-19 KMHDI ini? Sampai saat ini saya selalu yakin bahwa suatu kepedulian, suatu perubahan dan suatu perkembangan jati diri itu dimulai dari proses bertanya. Kita bertanya karena ada dorongan dari dalam diri secara individu untuk berkembang lebih baik, kita bertanya karena kita menyadari bahwa betapa banyaknya hal yang tidak kita ketahui, kita bertanya bukan untuk merendahkan diri, tetapi kita bertanya untuk mencapai.
Izinkan saya memulai suatu pertanyaan yang dipertanyakan untuk kita semua termasuk saya, “Sejauh mana kita mengetahui dan mengenal organisasi KMHDI?”, siapapun anda tentu bukan waktu yang sebentar anda diwadahi oleh KMHDI dan berdiri di KMHDI ini, tetapi sejauh manakah kita telah mengenal organisasi yang kita berdiri di atasnya ini. Saya rasa ini pertanyaan penting yang harus kita pertanyakan selalu dan kita cari juga jawabannya.
Baik coba kita mengenali KMHDi secara fundamentalnya yaitu Tujuan KMHDI itu sendiri serta Visi Misi KMHDI. Ini menjadi penting karena saat anda percaya untuk mengikuti organisasi, apapun organisasi itu tentu organisasi tersebut memiliki arah dan tujuan. Sehingga saya meyakini bahwa anda mengikuti suatu organisasi karena organisasi tersebut memiliki arah dan tujuan yang sesuai dengan prinsip dan tujuan hidup yang ingin anda capai, dan organisasi bisa mewadahi anda untuk mencapai hal tersebut.
Tujuan KMHDI, secara malu saya akui bahwa setelah saya menjabat sebagai ketua PD selama hampir dua tahun saya baru mengetahui tujuan KMHDI beberapa minggu yang lalu, tujuan KMHDI adalah “Memberi dasar bagi masa depan umat hindu yang lebih baik”. Saya baca berulang-ulang saya maknai berulang-ulang, dan saya pertanyakan berulang-ulang. Setelah itu entah sejak kapan tujuan ini menjadi sebuah mimpi indah andaikata terwujud dan betapa menyenangkannya bisa menjadi bagian dalam mewujudkan mimpi tersebut. Secara sederhana seperti ini, semua yang kita lakukan sekarang di dalam KMHDI ternyata kita lakukan untuk masa depan umat hindu yang lebih baik itu sendiri, untuk adik-adik kita, untuk saudara kita, dan untuk anak cucu kita nanti.
Tetapi muncul kembali pertanyaan, Seperti apa masa depan umat hindu yang lebih baik itu?, apakah infrastruktur yang telah dibuat menjadi acuan, mungkin itu bisa menjadi salah satunya, tetapi kalau dipikir dan dirasakan menjadi percuma suatu infrastruktur itu dibangun sebagus mungkin apabila unsur manusianya sendiri yang mempergunakan infrastruktur tersebut tidak memiliki sebuah cara dan pandangan hidup yang lebih baik.
Izinkan saya mengutip sebuah kutipan dari Garrison Keilor “Anyone who thinks sitting in church can make you a Christian must also think that sitting in a garage can make you a car.”  Mohon maaf bila saya membawa suatu kutipan dari umat kristiani, tetapi ini perumpamaan yang cukup baik, sama seperti saat kita sebagai seorang Hindu, apakah dengan hanya datang ke Pura dan mengikuti berbagai prosesi telah menjadikan diri kita sebagai Hindu, tentu kita disebut Hindu jika kita hidup dan berpikir dengan cara Hindu sebagai jalan yang kita pilih. sehingga kita disebut hindu setelah kita memiliki jati diri Hindu, Sama seperti halnya dengan KMHDI, cara hidup dan berpikir seperti apa yang coba dibentuk KMHDI sebagai organisasi pembentuk kader, apakah organisasi telah membentuk kader sesuai dengan jati diri KMHDI.
Mari kita lanjutkan kedalam Visi dan Misi KMHDI, disini saya tidak akan membahas secara panjang dan lebar tetapi hanya mengingatkan saja bahwa inilah yang menyatukan kita, kita menjadi suatu kesatuan bukan karena kita memiliki musuh yang sama tetapi kita menjadi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia karena kita memiliki tujuan yang sama. Tujuan untuk menjadikan organisasi ini sebagai Wadah Pemersatu dan sebagai Alat Pendidikan Kader Mahasiswa Hindu di Indonesia. Inilah yang menyatukan kita sebagai suatu kesatuan, karena adanya tujuan yang sama dalam membangun organisasi ini, Sudahkan kita menjadi wadah pemersatu? dan Sudahkan kita mendidik kader yang berkualitas? Mungkin itu pertanyaan lain yang muncul dalam proses itu sendiri. Bagaimana caranya untuk mencapai hal tersebut kuncinya sederhana dan sudah terjawab dengan jelas dalam misi KMHDI yaitu “Memperbesar jumlah kader mahasiswa Hindu yang berkualitas”.
Akhir kata munculkanlah terus pertanyaan? Tetapi jangan sampai berhenti dalam proses bertanya itu sendiri, carilah jawaban dari semua pertanyaan yang terkemuka, organisasi membutuhkan proses berpikir (Jnana), merasa (Bhakti) dan bekarya (Karma), semoga semua yang kita lakukan selama di KMHDI merupakan suatu persembahan suci kepada Ida Shang Hyang Widhi sebagai bagian dari catur yoga.
19 tahun bukan waktu yang sebentar, banyak yang sudah dicapai, banyak yang sudah dilalui, terimakasih kepada pendiri, pendahulu, ataupun senior di KMHDI. Sekarang tongkat estafet di kami, semoga mimpi indah dari tujuan KMHDI itu bisa kita wujudkan. Saya tutup dengan sebuah pertanyaan “Apa yang telah kita berikan dan lakukan selama di KMHDI?”. Mohon maaf jika ada salah kata ataupun kekurangan dalam penulisan, semoga yang terbaik untuk kita semua.
Satyam Eva Jayate
Om Shanti Shanti Shanti OM


 Oleh


Arie Suyasha

Ketua KMHDI Periode 2010-2012

Untuk Apa Saya Dan Anda Berada Di KMHDI ?




Om Swastyastu,

Tulisan ini adalah sebuah penjelasan tentang untuk apa seseorang perlu berada dan beraktivitas di KMHDI. Tulisan ini mencoba menjawab kebingungan sebagian pengurus KMHDI yang di dalam hatinya masih bertanya-tanya “mau dibawa kemana organisasi ini ?. Tulisan ini juga dialamatkan bagi anggota-anggota baru KMHDI yang di dalam hatinya pasti bertanya-tanya “ngapain saya ikut-ikutan organisasi ini ?”

Disini saya mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul ketika kita berada di KMHDI. Mungkin pernah terlintas dipikiran Anda," Untuk Apa Saya Dan Anda Berada Di KMHDI ? ". Pertanyaan ini diuraikan dalam 4 sub pertanyaan yaitu :

1. Untuk Apa Saya, Anda Dan Mereka Berada Serta Beraktivitas Di KMHDI ?
Jawab :
Tujuan kita berada dan beraktivitas di KMHDI adalah untuk mendidik dan melatih diri sendiri serta orang-orang di sekeliling kita dengan kemampuan yang berguna bagi diri sendiri dan bagi orang-orang di sekitar kita

2. Untuk Apa KMHDI Ini Ada Dan Perlu Dijaga Keberadaannya ?
Jawab :
KMHDI ada sebagai jawaban atas kewajiban dharma agama dan dharma negara mahasiswa Hindu Indonesia, kewajiban ini harus dilaksanakan agar masalah kita sebagai bangsa yang dihinakan dan dibodohi dapat ditanggulangi dan masalah umat Hindu Indonesia yang terjepit di segala sisi juga dapat dibereskan

3. Apa Hubungan Antara Keberadaan KMHDI Dengan Masa Depan Umat Hindu Indonesia ?
Jawab :
KMHDI adalah aset umat Hindu Indonesia karena di KMHDI para calon pemimpin Hindu di masa depan akan dididik dan dilatih. Tanpa keberadaan KMHDI, masa depan umat Hindu Indonesia akan menjadi suram

4. Untuk Apa KMHDI Memfokuskan Kegiatannya Pada Pendidikan Dan Pelatihan Dalam Bentuk Kaderisasi ?
Jawab :
Kaderisasi KMHDI yang berfokus kepada pendidikan dan pelatihan ditujukan untuk membekali kader KMHDI dengan kemampuan soft skill yang diperlukan untuk kesuksesan kader KMHDI di masa depan sebagai pemimpin-pemimpin umat Hindu. 

Terakhir, Untuk Apa Saya Dan anda Berada Di KMHDI ?
Renungkan :
Saya dan Anda berada di KMHDI adalah untuk mendidik dan melatih diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita dengan kemampuan soft skill yang tidak didapatkan di bangku kuliah namun bisa di dapatkan dari pendidikan, pelatihan dan praktek berorganisasi di KMHDI. Tujuan kita mendidik dan melatih diri adalah agar memiliki kemampuan kepemimpinan sehingga di masa depan, saya dan anda akan siap menjadi pemimpin umat Hindu Indonesia yang bisa melaksanakan Dharma Agama dan Dharma Negara.


Ya, itu saja. Sederhana ya ?
Kedengarannya sih sederhana tapi coba lakukan secara konsisten dengan pikiran, tangan dan kaki kita sendiri, pasti deh rasanya gimana gitu.

Oke, itu saja dulu dan semoga tulisan ini berguna bagi senior-senior KMHDI yang sedang kehilangan orientasi
(mau dibawa kemana organisasi ini ?)
Dan juga bagi junior-junior KMHDI yang bertanya-tanya dalam hati
(ngapain saya ikut-ikutan organisasi ini ?)

Semoga berguna,

Untuk lebih lengkapnya boleh dibaca pada Artikel berikut, Silakan Klik Download dibawah ya :


Om Shanti Shanti Shanti Om

# Satyam Eva Jayate
Copyright © 2013 PD KMHDI Jawa Barat and Blogger Templates - Anime OST.
Selamat Datang di Blog Resmi Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Jawa Barat