Objek Wisata Yang Menarik Daerah Sukabumi, Jawa Barat

Objek Wisata Yang Menarik Daerah Sukabumi, Jawa Barat  - Ada yang sudah tau kota Sukabumi belum ? Yaa, tepatnya terletak di daerah Jawa Barat. Untuk sekarang ini kita mau berbagi mengenai Objek Wisata yang menarik di Kota Sukabumi. Jadi silakan simak tulisan berikut ya yang sedikit memberikan informasi Objek Wisata disana.

1. Taman Rekreasi Selabintana, Sukabumi, Jawa Barat



Hamparan rumput luas yang bergoyang ketika tertiup angin dan ditambah dengan panorama alam pepohonan pinus, seolah-olah dapat menciptakan sebuah surga di depan mata. Anda bisa menikmati indahnya alam dan hawa pengunungan yang masih asri dan sejuk di sini bersama dengan keluarga. Dan jangan lupa untuk membawa berbagai peralatan piknik ketika Anda berkunjung ke tempat wisata ini. Lokasinya di Salabintana, Kecamatan Sukabumi, Kota Sukabumi.



2. Sungai Citarik, Wisata Arung Jeram di Sukabumi



Disini adalah tempat yang sangat tepat untuk Anda yang suka memacu adrenalin dan menyukai tantangan, Selain itu disini Anda juga bisa melakukan kegiatan lain seperti outbond, war game, point ball, off road, dan melihat-lihat pemandangan alam hamparan perkebunan teh serta pepohonan karet/getah perca. Sebuah tempat wisata yang sangat tepat untuk Anda yang suka dengan kegiatan ketangkasan.



3. Pantai Cibangban, Wisata Pantai di Sukabumi



Untuk Anda yang suka olah raga renang. Pantai Cibangban ini sangatlah cocok sekali karena memiliki kondisi yang relatif aman. Dengan pantai yang landai dan memiliki ombak yang kecil, Anda berserta semua pengunjung lainnya juga bisa menikmati pemandangan akan laut dari atas bukit. Lokasinya di Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat




4. Wisata Gua Buniayu, Gua Siluman, Wisata Gua Sukabumi



Disini Anda bisa menikmati indahnya alam dan juga hawa pengunungan yang sejuk, dan disini Anda juga dapat melihat air yang keluar sangat jernih dari dalam bebatuan. Jangan lupa untuk masuk dan menikmati bagian dalam goa di mana pemandangan dan bebatuan yang ada tampak sangat indah. Tantanglah juga diri Anda dengan aktivitas caving merupakan kegiatan utama di goa ini lengkap dengan beberapa tingkat kesulitan. Lokasi : Desa Kertaangsana, kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi.




5. Wana Wisata Cipelang, Wisata Alam Pegunungan Sukabumi

Wana wisata Cipelang memiliki luas sekitar 3 ha wilayah pengelolaan hutan yang terletak di RPH Bacang BKPH Gede bagian Barat KPH Sukabumi, secara administratif lokasinya terletak di desa Gunung Pangrango, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Wana wisata ini bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan beroda empat jika dari kota Sukabumi berjarak sekitar 15 km. Jika Jarak dari Jakarta 135 km dan dapat naik bis dan angkot jika dari Sukabumi. Kondisi dari jalan umumnya baik dan sudah beraspal, sehingga dapat dilewati baik kendaraan roda empat ataupun kendaraan roda dua.

Demikianlah beberapa informasi mengenai Objek Wisata yang menarik disana.


Referensi : google.co.id

Tirta Yatra Dan Simakrama Di Jakarta Dan Bogor

Tirta Yatra Dan Simakrama Di Jakarta Dan Bogor  - Pada tanggal 30 November dan 01 Desember 2013, PD KMHDI Jawa Barat mengadakan kegiatan “Tirta Yatra dan Simakrama”. Kegiatan ini dilaksanakan di dua Pura yang berada di daerah Jakarta dan satu Pura di daerah Bogor. Sebelum keberangkatan menuju Jakarta dan Bogor, para peserta dan panitia mengadakan persembahyangan bersama dan persiapan barang-barang, sambil menunggu bis yang akan membawa kami berpetualang. Setelah bis tiba, semua panitia dan peserta bergegas masuk ke dalam bis dan salah satu panitia mulai mengabsen kami semua. Lalu, kami pun memulai perjalanan menuju Jakarta sekitar pukul 09.00 pagi. Selama perjalanan, para peserta yang terdiri dari anggota dan partisipan PD KMHDI Jawa Barat ada yang mengobrol, bercanda, menyanyi dan ada pula yang tertidur.

    Saat siang hari dimana matahari mulai berada tepat diatas kepala, suasana dalam bis pun mulai memanas dan semakin memanas. Hal itu disebabkan karena bis yang kami gunakan tidak memiliki AC, dan bisa dibayangkan bagaimana rasanya menuju Jakarta dengan menggunakan bis ini........ Walau dengan keadaan bis yang seperti ini, hal itu tidak mengurangi rasa bahagia kami saat melakukan kegiatan Tirta Yatra dan Simakrama.

    Sekitar pukul 13.00, kami tiba di Pura pertama yang kami kunjungi, yaitu Pura Rawamangun. Kami langsung mengganti pakaian kami dengan menggunakan pakaian sembahyang. Setelah semua selesai mengganti pakaian, lalu kami melakukan persembahyangan bersama di Pura Rawamangun. Persembahyangan pun selesai dan kami melanjutkan kegiatan dengan makan siang bersama. Setelah makan siang selesai, kami mulai bersiap untuk memulai acara simakrama dengan Pengurus Pura, PD KMHDI Jakarta, dan Presidium KMHDI.

    Tidak lama kemudian, tamu-tamu undangan mulai berdatangan dan acara simakrama pun dimulai. Anggota PD KMHDI Jakarta yang hadir lumayan banyak sekitar 5-6 orang, Pengurus Pura yang hadir ada 3 orang, dan 4 dari 5 Presidium KMHDI pun hadir, bahkan ada beberapa alumni KMHDI yang hadir saat itu. Acara simakrama berlangsung dengan lancar, begitupun dengan konsumsi yang disajikan hehe. Sebelum mengakhiri acara simakrama, Ketua PD KMHDI Jawa Barat, Wayan Fery, memberikan sejumlah bantuan untuk Pura Rawamangun kepada Pengurus Pura.


Our Memories :
Foto bersama bersama PD KMHDI Jakarta, Alumni KMHDI, Presidium KMHDI dan Pengurus Pura di Pura Rawamangun, Jakarta.



    Acara simakrama di Pura Rawamangun telah selesai, kami dengan semua tamu undangan simakrama pun berfoto bersama. Setelah mengucapkan terimakasih dan salam perpisahan, kami pun mulai bersiap untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Pura Halim. Setelah semua peserta masuk ke dalam bis, kembali salah satu panitia mengabsen kehadiran peserta, agar tidak ada yang tertinggal.

    Selama perjalanan, semua peserta dalam bis kembali bercanda, mengobrol, bernyanyi dan tertidur. Hawa panas dan macetnya Jakarta ada yang membuat beberapa peserta kesal, ditambah dengan bis yang tidak menggunakan AC. Tetapi tetap saja, semua hal itu tidak menurunkan semangat para peserta demi kelancaran acara kami bersama. Sekitar jam 17.00, kami tiba di Pura Halim dan langsung memulai persembahyangan bersama. Pada saat itu, ada dua pemangku yang menyambut kedatangan kami, meminta kami untuk berkenalan dan pada akhirnya mengajarkan kami untuk ‘mekidung’.

    Setelah kegiatan persembahyangan dan ‘perkenalan’ dengan kedua pemangku di Pura Halim selesai, kami pun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan terakhir kami, yaitu Pura Gunung Salak, Bogor.Selama perjalanan, banyak dari kami yang tertidur karena merasa capek selama seharian ini. Ketika kami masih berada pada jalan tol menuju Bogor, tiba-tiba bis yang kami gunakan berhenti. Para peserta yang awalnya tertidur, mulai terbangun satu persatu dan menanyakan satu sama lain mengenai berhentinya bis.

    Setelah menanyakan pada supir bis, kami pun akhirnya mengetahui bahwa ada masalah pada bis yang membuat bis tidak bisa meneruskan perjalanan dan harus di derek. Mengetahui hal itu, beberapa panitia ada yang panik, ada yang berusaha menenangkan peserta, dan ada juga yang mulai berdiskusi mencari solusinya. Butuh waktu yang cukup lama untuk kami berdiskusi mencari solusi yang tepat, sehingga hampir semua peserta akhirnya turun dari bis terlebih dahulu.

    Kami, para peserta dan panitia, terduduk di pinggir jalan tol pada malam hari dan dalam keadaan belum makan malam............Beberapa dari kami mungkin mulai berpikir bahwa hal ini adalah kekurangan yang terbesar dalam acara ini. Bis yang tidak menggunakan AC dan sekarang bis tersebut tidak bisa meneruskan perjalanan menuju Bogor. Lalu bagaimana kita bisa sampai di Pura Gunung Salak? Bagaimana dengan acara simakrama kita dengan Pengurus Pura dan Mahasiswa Hindu di Bogor? Bis di derek sampai Bogor, lalu bis di perbaiki terlebih dahulu. Lalu kami akan menunggu dimana? Kami telah memesan makan malam pada salah satu Pengurus Pura disana, bagaimana jika kami terlambat datang? Bagaimana dengan makanan yang sudah dipersiapkan? Dan masih banyak pertanyaan lain yang muncul dikepala para panitia dan juga peserta.

    Untungnya, Tuhan selalu memberikan jalan terbaik bagi umatnya. Beberapa panitia meminta bantuan, dan akhirnya beberapa dari kami bisa naik mobil menuju Pura Gunung Salak dari kota Bogor. Akhirnya bis kami pun di derek menuju kota Bogor dan setelah sampai disana, beberapa dari kami menaiki mobil untuk melanjutkan perjalanan. Sisanya yang kebanyakan laki-laki, melanjutkan perjalanan dengan menggunakan truk.

    Hal-hal seperti inilah yang menurut kami semua tidak akan kami lupakan selama acara Tirta Yatra dan Simakrama ini. Banyak pengalaman yang kami rasakan selama perjalanan, walaupun ada halangan, kami tau Tuhan pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik. Mungkin beberapa dari kami ada yang kesal karena kejadian selama perjalanan ini, namun banyak juga dari kami yang merasa bahwa perjalanan ini menyenangkan dan tak terlupakan. Iya kan?

Akhirnya, setelah kami melewati semua halangan, kami tiba di Pura Gunung Salak. Karena hari sudah sangat malam, setelah kami melakukan makan bersama, kami segera mengkondisikan para peserta untuk tidur. Sebagian ada yang tidur di villa salah satu panitia dan sebagian ada yang tidur di tempat yang sudah disediakan di pura. Oh iya, sebelum kami semua tidur beberapa peserta ada yang mandi dan sembahyang malam.

Esok paginya, setelah kami semua bangun dan selesai mandi, kami segera mengganti pakaian dengan pakaian sembahyang. Kami makan bersama terlebih dahulu, lalu melanjutkan dengan persembahyang bersama. Beberapa dari kami yang berhalangan untuk sembahyang, mulai mempersiapkan untuk acara simakrama dengan pengurus pura dan mahasiswa Hindu di Bogor. Persembahyangan bersama yang kami lakukan cukup lama, karena dipimpin oleh pemangku dari Pura Gunung Salaknya sendiri. Para mahasiswa Hindu Bogor yang menjadi tamu undangan kami, banyak yang sudah hadir. Maka, setelah persembahyangan bersama selesai, kami pun langsung memulai acara simakrama.

Acara simakrama ini, sebenarnya merupakan salah satu bentuk  sosialisasi KMHDI bagi para mahasiswa Hindu yang tinggal di Bogor dan sekitarnya serta pada pengurus pura. Mahasiswa Hindu Bogor yang hadir adalah beberapa mahasiswa yang berjumlah 25 orang dari berbagai macam perguruan tinggi di Bogor. Adapun terdiri dari Institut Pertanian Bogor (IPB), STIKES Bogor, Universitas Pakuan Bogor, dan Akademi Kimia Analisis Bogor (AKA).

Acara simakrama yang kami lakukan cukup lancar dan memuaskan, terlihat dari adanya beberapa mahasiswa Hindu Bogor yang antusias. Mereka terlihat tertarik dengan apa yang kami sampaikan dan mereka tidak malu untuk bertanya serta mengemukakan pendapat. Kami semua merasa sangat senang dapat berdiskusi, berkenalan dan bahkan bercanda bersama teman-teman dari mahasiswa Hindu Bogor ini. Akhirnya, kami menemukan lagi salah satu cara untuk tetap menjalin hubungan baik dengan keluarga kami di daerah lain.

Akhirnya acara simakrama pun selesai, kami berfoto bersama dengan semua tamu undangan dan makan siang bersama. Setelah itu, para tamu undangan pun pamit pulang. Kami pun segera bersiap-siap untuk kembali ke Bandung, karena acara kami telah selesai. Bis kami yang kemarin sempat mengalami kerusakan, sudah diperbaiki dan sudah siap membawa kami untuk pulang. Kami pun akhirmya masuk ke dalam bis dengan membawa barang-barang kami. Sebelum berangkat, seperti biasa salah satu panitia mengabsen kembali. Kami semua sudah siap untuk pulang ke Bandung.

Selama perjalanan, kebanyakan dari kami tertidur. Namun, banyak pula yang mengobrol, bercanda dan menyanyi bersama. Setelah sampai di Bandung, tepatnya di sekre PD KMHDI Jawa Barat, kami segera turun dari bis dan membawa barang-barang kami. Tidak lupa, kami pun mengucapkan terimakasih kepada Bapak supir yang telah mengantarkan kami dari kemarin. Akhirnya, beberapa dari kami sudah ada yang dijemput dan pulang ke rumah kami masing-masing. Sampai saatnya, kami semua mungkin sudah tertidur pulas di kamar masing-masing.

Acara Tirta Yatra dan Simakrama ini, menjadi pengalaman baru bagi kami semua. Bagaimana cara menghadapi halangan yang ada dengan sabar dan tepat, serta menguntungkan semua pihak. Beberapa dari kami atau mungkin kami semua tidak akan melupakan perjalanan selama acara ini. Saat kami tertawa, tertidur, bernyanyi, dan merasakan panik bersama. Mungkin juga ada beberapa yang kesal, tapi selalu ada beberapa orang yang mampu membuat perjalanan acara ini menjadi menyenangkan.
Terimakasih kepada semua panitia, peserta, dan semua orang yang telah mendukung acara Tirta Yatra dan Simakrama PD KMHDI Jawa Barat. Acara ini akan menjadi salah satu acara yang tidak terlupakan selama menjadi anggota atau partisipan PD KMHDI Jawa Barat. Semoga kami tetap bisa membuat acara-acara lainnya yang mungkin akan lebih seru dan menyenangkan bagi kami semua.

Sekali lagi, terimakasih. Satyam Eva Jayate!


Oleh : Putri Saktyastuti

Belajar Memaknai Kehidupan Lewat Kutipan Para Tokoh Dunia.

Belajar Memaknai Kehidupan Lewat Kutipan Para Tokoh Dunia - Ada banyak cara untuk memaknai kehidupan. Bisa dengan belajar dari pengalaman, berbuat kebaikan dengan sesama dan sebagainya. Tapi tidak ada salahnya jika kita memandang kehidupan lewat kutipan tokoh-tokoh dunia. Di bawah ini, ada beberapa kutipan-kutipan tokoh dunia yang mungkin bisa membantu kita untuk lebih menghargai hidup.

1. Mark Twain



Dua puluh tahun dari sekarang kawan. Kita akan lebih menyesali apa yang tidak pernah lakukan, ketimbang apa yang sudah kita lakukan. Jadi, kejarlah semua mimpimu selagi masih muda, jelajahilah dunia, hiduplah seperti besok kita akan mati. Banyak orang terlalu takut untuk mengejar mimpi. Mereka takut dengan akibat dari apa yang belum mereka lakukan. Tapi mungkin suatu saat, setelah kita sudah tua nanti, kita akan menyesalinya.



Kebaikan adalah bahasa yang universal. Bahkan orang buta pun bisa melihatnya dan orang tuli bisa mendengarnya. Berbuat kebaikan terhdap sesama adalah satu hal yang bisa dilakukan setiap orang tanpa memandang ras, agama ataupun golongan. Dengan kita berbuat baik, maka akan tumbuh bibit-bibit kebaikan yang akan membuat dunia ini lebih baik.


2. Harun Yahya


Manusia dengan segala kemampuannya bisa menguasai dan pergi kemanapun di dunia. Tapi bagaimana pun, manusia pasti akan merindukan kampung halamannya. Kutipan ini juga mengajak kita untuk mencintai negara tampat di mana kita lahir dan dibesarkan. Tidak ada tempat seidah rumah sendiri. Meski banyak permasalahan di negara ini jangan pernah lari, namun turun ke masyarakat dan ikut menyelesaikannya. Hujan batu di negara sendiri lebih baik daripada hujan emas di negeri orang

3. Dalai Lama



Tujuan hidup manusia, selain menyembah kepada sang Maha Pencipta tentu saja untuk menolong sesama dan merawat bumi. Jika kita tidak atau belum mampu untuk menolong sesama, setidaknya janganlah kita menyakiti mereka. Sama halnya dengan perlakuan kita terhadap alam. Jika kita tidak bisa merawatnya, setidaknya jangan merusak apa yang telah dititipkan kepada kita.

4. Albert Einstein



Semua orang punya porsinya masing-masing dalam masyarakat. Tidak semua orang harus jadi pemimpin, dan tidak selamanya pula pemimpin lebih tinggi derajatnya dari orang yang dipimpin. Kalau semua orang menjadi kapten, lalu siapa yang jadi awaknya? Apapun pekerjaan yang kita kerjaan, tidak menentukan tinggi-rendahnya derajat kita di mata Tuhan. Namun kapasitas kita dalam melakukan pekerjaan tersebutlah yang membuat kita menjadi orang yang hebat. Jangan menilai seseorang dari pekerjaan, namun kemampuannya dalam menjalankan pekerjaan tersebut.


Semua orang pernah melakukan kesalahan. Namun, banyak pula yang berhenti mencoba karena takut melakukan kesalahan yang lainnya. Mereka yang berhenti mencoba tidak akan pernah menemukan sesuatu yang baru dari hidup mereka karena hanya melakukan rutinitas yang sama. Jangan menghindari kesalahan, namun kita mesti belajar dari kesalahan dan menemukan hal-hal yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

5. Charlie Chaplin


Hidup tak selamanya membahagiakan. Namun, sesakit apapun hidup yang kita jalani, tersenyumlah. Senyuman akan menyebarkan kebahagiaan dan menutup luka yang ada. Orang yang selalu murung ketika tertimpa masalah akan cenderung terjebak dalam masalah yang sama. Karena tidak bisa menemukan kebahagiaan yang ia dapat dari orang-orang disekitarnya.

6. Friedrich Nietzsche



Kebenaran itu terkadang menyakitkan. Kita cenderung tidak ingin mengetahui kebenaran karena kita terlalu mensakralkan hal-hal yang telah kita percayai selama ini. Dan ketika kebenaran mengenai hal itu terungkap, seringkali kita mengingkarinya dan mengelak dari kenyataan.

Demikianlah Artikel/Tulisan mengenai " Belajar Memaknai Kehidupan Lewat Kutipan Para Tokoh Dunia. " , semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya. PD KMHDI Jawa Barat

Referensi :http://www.kaskus.co.id/thread/520cbe4e1ed7193f03000006/breamans-brotherhood

7 Hal Penting Diketahui Ketika Sudah Berumur 20 Tahunan

7 Hal Penting Diketahui Ketika Sudah Berumur 20 Tahunan - Usia 20 Tahunan adalah usia transisi paling penting dalam hidup kita. Perpindahan gejolak dari era sekolahan ke era karir, menuntut kita untuk cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Keputusan yang kita ambil saat ini – diusia 20 tahunan – tidak hanya berpengaruh untuk jangka panjang saja, tapi juga untuk masa depan kita jauh kedepan.

Apakah anda ingin membuat usia 20 tahunan anda menjadi usia monumental untuk membuat sebuah perubahan dalam hidup anda? Ataukah anda ingin bersenang senang dan membiarkannya berlalu begitu saja? Apapun pilihannya, semua tergantung anda.

Tapi satu yang pasti, usia 20 tahunan adalah usia yang sangat krusial, setiap rencana yang anda tulis, setiap keputusan yang anda buat dan setiap langkah yang anda pilih, akan berpengaruh jauh ke masa depan anda.

Berikut ini hal-hal yang seharusnya tidak anda lakukan ketika berusia 20 Tahunan.


1. Bekerja Hanya untuk Uang, Bukan Membangun Impian

Jangan pernah mencari kenyamanan anda ketika masih muda. Masa muda harusnya anda gunakan untuk mencari tantangan sebanyak mungkin, membangun road map menuju cita cita yang anda impikan.

Terkadang pekerjaan dengan tawaran gaji yang cukup besar menghampiri, tapi permasalahannya adalah apakah anda benar benar menikmati pekerjaan yang akan anda geluti itu?

Sebagai contoh jika anda seorang sarjana seni, apakah anda akan menerima pekerjaan sebagai seorang akuntan dengan gaji yang besar? Padahal jelas-jelas bahwa dunia akuntansi bukanlah dunia anda.

Ok, mungkin di hari ini pekerjaan sebagai seorang seniman masih tidak menghasilkan apa-apa, dan pekerjaan sebagai akuntan dapat langsung mendatangkan pendapatan bulanan, tapi apakah anda yang seorang seniman mampu membohongi diri selamanya dengan bekerja sebagai seorang akuntan?

Jika John Lennon memutuskan untuk bekerja di pabrik daripada terus-menerus bermain musik tanpa di bayar di awal karirnya, akankah The Beatles ada saat ini?

Kembali lagi, semua ini masalah proses. Nikmatilah prosesnya.


2. Tergesa-Gesa Dalam Jatuh Cinta


Mungkin bagi anda yang baru saja lulus dari dunia kampus, pasti mulai berinisiatif bahwa inilah saatnya mencari tambatan hati yang tepat untuk menjalin rumah tangga bersama. Toh orang tua anda pun juga mendukung langkah anda ini. Apalagi jika undangan sweet seven teen telah lama berganti menjadi undangan pernikahan dari beberapa kolega dekat kita.

Permasalahannya apakah anda akan langsung mengumbar cinta anda begitu bebas dari dunia perkuliahan dan mulai meniti jenjang karir?

Alih-alih fokus mengejar tambatan hati yang tepat, lebih baik kita fokus untuk memperbaiki kualitas diri.

Percayalah, lelaki yang baik akan selalu diperuntukkan untuk wanita yang baik pula.


3. Tetap Kekanak-Kanakan 

Diusia peralihan awal 20 tahunan, sering kali kita masih terlihat “kekanakan” dihadapan rekan kerja kita yang lebih tua. Kita masih sering becanda tidak pada tepatnya hingga masih mengedepankan ego daripada professionalitas.


Being child like is good, seperti halnya anak kecil yang selalu ingin belajar banyak hal dan kreatif. But being childish? NO! Bukan sebuah kebanggan lagi di usia anda jika apa-apa masih minta sama orang tua.

Real man use three pedals ??? NO!

Real man pakai mobil yang dia beli dengan keringatnya sendiri.

4. Family Comes Second 

Kita tahu bahwa di usia 20 tahunan adalah usia dimana kita sedang semangat-semangatnya mengejar karir kita. Tapi ingat, jangan pernah lupakan bahwa dibalik kesuksesan anda selalu ada keluarga yang mendukung. Jangan pernah menomor duakan mereka. Anggaplah kehidupan keluarga anda saat inilah adalah sebagai ajang latihan sebelum anda membangun rumah tangga anda dikemudian hari.


Satu lagi yang ingin saya share di poin ini. Anda tahu apa beda The Boy dengan The Man ?

“The Boy comes home cause he need his mommy for giving him some money. The Man comes home cause he knew that he cares of his mommy.”


5. Tetap di Pekerjaan yang Tidak Mengajarkanmu Apa-apa


Pernah membaca cerita tentang persahabatan antara Ayam dan Elang ? Pekerjaan yang terasa nyaman dan tanpa tuntutan tidak akan membuat anda belajar apa-apa. Menjebak anda dalam sebuah kenyamanan semu yang sepertinya enak, padahal lambat laun kreativitas anda akan tergerus karena tidak terbiasa dengan berbagai macam tantangan yang baru. Hal ini mungkin akan membuat senang anda di hari ini, tapi di kemudian hari ketika kreativitas anda sudah tidak terlatih lagi?

Tidak ada salahnya pergi mencari pekerjaan baru yang akan mengajarkan anda banyak hal. Sebelum keadaan membuat anda terlalu nyaman tanpa belajar apa-apa.


6. Ikut-ikutan Trend 

Anda boleh meyadari tren apa saja yang berkembang hari ini, tapi jangan pernah terlalu fokus untuk mengikuti suatu tren tersendiri. Jika anda anda menghabiskan sebagian besar waktu anda hanya untuk mengikuti tren tertentu saja, kapan anda akan fokus untuk menciptakan tren anda sendiri?

Ingat! Mereka yang sukseslah yang menciptakan tren itu, bukan para pengikutnya.


7. Selesai Belajar

Kita tahu, kita sudah muak dengan program 12 tahun wajib belajar + 4 tahun kuliah (itupun kalau tidak ngaret). Sudah saatnya kita menutup buku pelajaran dan fokus bekerja untuk mencari uang. Tapi apakah itu benar?

Mereka yang sukses tidak pernah berhenti belajar dan belajar tidak harus di bangku kelas. Dunia ini penuh permasalahan yang sangat menarik untuk dipelajari jika kita mampu memahaminya.

Ingat, wajib belajar bukan hanya 12 tahun + 4 tahun kuliah. Wajib belajar adalah seumur hidup!

Manfaatkan sebaik mungkin usia 20 Tahunan anda, karena apapun keputusan yang anda ambil hari ini, akan berdampak jauh ke masa depan anda


“Age is just number, Young is forever and Mature is character”

Demikianlah Artikel mengenai  " 7 Hal Penting Diketahui Ketika Sudah Berumur 20 Tahunan " , selamat membaca di Blog PD KMHDI Jawa Barat .


Referensi : http://www.kaskus.co.id/thread/529741af138b467b06000076/7-kesalahan-yang-harusnya-tidak-dilakukan-di-usia-20-tahunan/
Copyright © 2013 PD KMHDI Jawa Barat and Blogger Templates - Anime OST.
Selamat Datang di Blog Resmi Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Jawa Barat