Bagaimana Karma Bekerja?

Bagaimana Karma Bekerja? - Sementara di Bumi, kita hidup dalam dunia reinkarnasi dan karma. Percaya atau tidak, karma dimulai & berakhir dengan Cinta. Karma dimulai dengan jiwa kita melakukan perjalanan pribadi melalui alam semesta. Karma berakhir bila kita telah menyempurnakan diri dalam kemampuan kita untuk memilih cinta dalam setiap tindakan.

Jadi Apa itu Karma? Sebagai jiwa kita abadi. Kita memiliki kehidupan masa lalu, sekarang, dan masa depan. Untuk bertumbuh dalam kasih, sukacita, dan kesadaran, kita berinkarnasi dalam serangkaian tubuh fisik untuk mengalami eksistensi yang berbeda. Kita telah atau akan mengalami kedua jenis kelamin, semua ras, agama, dan etnis di banyak masa kehidupan


Karma berarti bahwa " ketika kita menabur, demikian pula yang akan kita tuai " dalam masa kehidupan ini atau kehidupan lain sampai kita mengerti konsekuensi lengkap dari semua tindakan kita. Karma adalah prinsip sebab dan akibat, aksi dan reaksi, total keadilan kosmik dan tanggung jawab pribadi.

Ada 4 jenis karma yang bekerja dalam kehidupan :

• Sanchita Karma: hasil akumulasi dari semua tindakan kita di masa lalu kehidupan. Ini adalah total utang kosmik kita. Setiap saat, setiap hari kita menambah atau mengurangi utang kosmik ini.

• Prarabdha Karma: porsi dari “Sanchita” karma kita yang sedang bekerja di dalam kehidupan sekarang. Jika Anda menyetujui untuk membayar utang Anda dalam kehidupan ini, maka lebih banyak utang masa lalu yang bekerja dalam kehidupan ini.

• Agami Karma: porsi tindakan dalam kehidupan sekarang yang menambah “Sanchita” karma Anda. Jika Anda gagal untuk membayar utang Anda, maka lebih banyak utang akan ditambahkan ke “Sanchita” karma dan akan dibawa ke kehidupan masa depan.

• Kriyamana Karma: karma harian, karma instan yang diciptakan dalam kehidupan ini yang langsung mendapat balasannya segera. Ini adalah utang yang dibuat dan kemudian dibayar – yaitu jika kita berbuat salah, tertangkap dan kita menghabiskan waktu di penjara

" Perlawanan terhadap karma adalah sia-sia". Sebagai Jiwa, kita mengalami siklus konstan kelahiran dan kematian dalam serangkaian tubuh sampai kita belajar semua pelajaran-pelajaran rohani yang merupakan totalitas dari semua pengalaman yang mengajarkan kita. Sampai Anda belajar, Anda akan menemukan bahwa “perlawanan” terhadap aturan karma adalah " sia-sia ".
Aturan Karma mengarahkan Kehidupan kita di Bumi :

1. KARMA mengajarkan DENGAN PENGALAMAN bukan untuk menghukum

Meskipun mungkin sering “merasa” seperti hukuman, tujuan dari karma adalah mengajar bukan untuk menghukum. Seringkali cara “yang terbaik” kita belajar adalah menanggung penderitaan yang sama yang telah kita timpakan pada orang lain. Misalnya, saya ingat sedikit tentang kehidupan saya sebagai Komandan di Kota Konstantinopel kuno di mana saya telah membunuh banyak orang tanpa ampun, sering kali dengan sedikit pembenaran. Namun, saya ingat dengan jelas kehidupan di mana karma saya dibayar dengan dibantai sebagai orang Indian dalam peristiwa pembantaian oleh tentara Amerika. Percayalah, saya mempelajari pelajaran tersebut di akhir saat-saat pembantaian yang mengerikan tersebut.

2. KITA SEMUA DI SINI UNTUK BELAJAR PELAJARAN diajarkan oleh KARMA

Kita semua di sini untuk mempelajari pelajaran sebagai “makhluk spiritual dalam fisik manusia”. Pelajaran ini dirancang untuk membantu kita bertumbuh menjadi tingkat yang lebih besar dari kasih, sukacita, dan kesadaran. Mereka mengajar kita untuk “memilih cinta pada setiap saat”, untuk “memaafkan semua orang, semuanya”, dan “hidup bahagia”. Di mana kita tidak memilih cinta, tidak menunjukkan pengampunan, tidak mengajarkan toleransi, atau tidak menampilkan belas kasih, karma akan mengintervensi kita untuk menempatkan kita kembali di jalan pelajaran ini. Cukup sederhana, satu-satunya jalan untuk mencapai keadaan keseimbangan karma adalah memilih cinta.

3. KITA MELUPAKAN KARMA UNTUK MEMASTIKAN APAKAH KITA BELAJAR

Sebelum kita dilahirkan, kita telah menyepakati untuk menempatkan diri kita ke jalan yang kita perlukan untuk belajar. Setelah kita sampai di sini, kita sepakat untuk “lupa” hal ini. Tujuan dari “lupa” ini adalah untuk menjaga kita dari beban masa lalu kita sambil memastikan bahwa kita telah benar-benar belajar dari pelajaran kita. Sebagai contoh, setelah beberapa kali menjadi Jendral di masa lalu hidup saya, dan saya cenderung untuk memperlakukan orang lain dengan cara yang mendominasi . Dalam kehidupan ini, saya ditempatkan di dalam situasi di mana dibutuhkan kerendahan hati yang akan melayani saya lebih baik daripada menjadi seorang “Jenderal diktator “. Hanya ketika saya mampu mengatasi “masalah” ini dan saya akan mengerti mengapa saya ditempatkan ke tempat-tempat karma tersebut.

4. KARMA adalah impersonal, LOGIS, dan dapat diramalkan

Karma memberikan kita kesempatan setiap saat untuk menjadi terbuka untuk tingkatan yang lebih tinggi dari cinta dan kasih sayang. I Ini bekerja secara impersonal: berlaku untuk semua orang, sepanjang waktu, tidak ada pengecualian. Hal ini sangat logis: apa yang kita tabur adalah apa yang kita tuai dalam ukuran yang tepat dan adil. Karma adalah dapat diperdiksi seperti hukum gravitasi: apa yang dilakukan kepada Anda adalah hasil bersih dari apa yang telah Anda lakukan kepada orang lain.

5. KARMA adalah benar-benar ADIL DAN MENCIPTAKAN KEADILAN secara KESELURUHAN

Sebagai contoh, tidak ada orang-orang di penjara yang “tidak bersalah” , mereka berada di sana karena suatu alasan. Jika mereka muncul merasa “tidak bersalah” dalam hidup ini, itu karena mereka “telah bersalah” dalam kehidupan masa lalu dan “harus membayarnya”. Mereka yang merasa”tidak bersalah” merasa “tidak adil” karena mereka tidak melihat penyebab kehidupan ini adalah efek dari kehidupan masa lalu ketika mereka “bersalah”.

6. KARMA MENYEDIAKAN HUBUNGAN ANTARA TINDAKAN DENGAN HASIL

Penyebab yang terjadi di kehidupan ini selalu merupakan efek dari kehidupan sebelumnya. Tujuan dari karma adalah untuk memastikan hubungan antara tindakan kita (penyebab) dengan hasil (pengaruh). “Ini adalah Tuhan maha Pengasih yang membantu setiap jiwa untuk mengembangkan potensi spiritual tertingginya melalui pengalaman.”Ini adalah pengalaman kita yang mengajarkan kepada kita tentang Hukum Cinta.

7. KARMA mengajarkan KITA TANGGUNG JAWAB TOTAL

Tujuan dari karma adalah untuk memberikan kita semua pengalaman yang kita butuhkan untuk berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dari kasih, sukacita, kesadaran, dan tanggung jawab. Karma mengajarkan bahwa kita sepenuhnya bertanggung jawab atas kondisi hidup kita. Karma adalah seperti “Thread Mill”. Mereka membuat Anda berjuang sampai Anda menguasai diri Anda dan dapat meningkatkan kesadaran sendiri.

8. KARMA mengajarkan cinta dan kasih sayang UNTUK SEMUA

"Lihatlah bahwa Anda berada di pusat alam semesta, Terimalah segala sesuatu sebagai bagian dari Anda, Bila Anda merasa bahwa tindakan yang Anda lakukan untuk orang lain seperti yang dilakukan kepada diri Anda,  Anda akan memahami kebenaran yang lebih besar." Toleransi membuka pintu untuk kasih sayang dan cinta.

9. KARMA MENUNJUKKAN KITA TENTANG KEUTUHAN DAN KESATUAN DENGAN KEHIDUPAN

Karma menunjukkan kita tentang keutuhan dan kesatuan kita dengan kehidupan. Karma mendorong kita untuk melihat melampaui diri kita sendiri (keesaan) sehingga kita dapat melihat diri kita seperti kita sesungguhnya (keseluruhannya atau Self Realisasi). Setelah kita benar-benar memahami diri kita sendiri, kita dapat melihat keilahian kita ( Realisasi Tuhan) dan kesatuan kita dengan semua kehidupan.

10. KARMA MENDORONG KITA UNTUK MELAYANI DAN KEMUDIAN UNTUK CINTA

Karma mendorong kita untuk melayani. Melayani - berpartner dengan Tuhan – adalah ekspresi tertinggi cinta. Mencintai berarti melayani: melayani adalah pilihan Anda. Ketika Anda menerima tanggung jawab total atas hidup Anda, Anda melihat diri Anda sebagai jiwa dalam pelayanan kehidupan. Ketika Anda melakukannya, Anda menjadi sadar sepenuhnya sebagai rekan kerja dari Tuhan.

11. MEMAHAMI KARMA ADALAH KUNCI MENUJU HARMONY

"Percaya pada karma membuat hidup menjadi murni, kuat, tenang, dan senang. Hanya perbuatan kita sendiri dapat menghalangi kita, hanya kita sendiri akan dapat membelenggu kita. Marilah kita mengenali kebenaran ini, dan kebebasan kita. Alam tidak dapat memperbudak Jiwa dan dengan kebijaksanaan kita mendapatkan kekuatan dan menggunakan keduanya dalam cinta."

12. UNTUK SETIAP PERTANYAAN, CINTA SELALU JAWABANNYA

" Karma menunjukkan kepada kita bahwa untuk setiap pertanyaan cinta adalah jawabannya ". " Cinta adalah tempat kelahiran kita, tempat kita berlindung terakhir, dan alasan keberadaan kita. Jika kita menyadari bahwa belas kasihan dan cinta adalah tujuan akhir dari perjalanan kita, jantung alam semesta akan merespon ".

Oleh : Ellen A. Mogensen

Referensi : Google.co.id ; facebook.com

Seorang Anak Desa Mempunyai Mimpi Besar

Karya Cerpen : Wayan Fery S

Sebagian besar doa dari seorang petani adalah mengharapkan adanya hujan turun disaat musim tanam,agar padin nya dapat tumbuh subur dan mendapatkan hasil panen yang sukses. Namun tidak halnya dengan keluarga ini,ketika angin berhembus kencang suara air hujan begitu derasnya seakan merobohkan rumah yang terbuat dari dinding bambu serta atap rumah yang memungkinkan air hujan bertamu didalam rumah, itulah kondisi pasangan suami istri bpk putra dan ibu sinta saat melahirkan seorang anak laki-laki yang lahir tanpa bantuan bidan maupun dokter dan seorang anak mungil dan lucu menangis menandakan aku lahir dengan selamat Ayah-ibu. Seorang ayah yang sehari-hari nya bekerja sebagai seorang buruh petani pun tersenyum bahagia melihat anak pertamanya lahir dan sang ayah berbisik ‘nak kamu adalah satu-satunya harapan bapak,kamu tahu gimna kamu lahir saat ini? Ayah ingin kamu menjadi seorang anak yang tangguh dan pejuang,kalahkan ayah nak ‘.










Prema yaaa prema namanya seorang anak mungil tadi, kini prema sudah menjadi seorang laki-laki perkasa dengan berseragam putih merah menandakan kini prema mengemban bangku Sekolah Dasar di sebuah desa Taman Sari sebuah desa terpencil dari hiruk pikuk kota  Bandung. Keseharian prema setelah pulang sekolah yaitu membantu ayahnya menyelasaikan pekerjaannya sebagai seorang buruh petani di sawah, bekerja dan bekerja. Prema adalah pejuang,pejuang keluarga maupun pejuang masa depan. Tak henti nya sang ayah bersyukur di karunia seorang anak berbakti dan sang ayah terus memberikan inspirasi kehidupan ketika prema menjelang tidur.
Teetttt….teettttt..teeettttt bell sekolah menandakan siswa sekolah masuk kelas, di dalam kelas yang sederhana prema duduk di barisan bangku terdepan dan ibu guru pun memberikan pelajaran hari ini yaitu PKN (Pendidikan Kewarganegraan). Hari ini ibu guru ingin tahu cita-cita masa depan dari murid-muridnya , ditunjuklah satu persatu :
Ibu guru : Doni apa cita-cita kamu saat kamu gede nanti ?
Doni : saya ingin menjadi guru,seperti ibu.
Ibu Guru : kalau kamu pepi apa ?
Pepi : ibu guru saya ingin menjadiii mmmmmmmm…. Dokter bu guru biar bisa nyuntik pasien.
Ibu guru : nah kamu ngapain sembunyi dipojokan odot, kamu takut ya ibu tunjuk karena tidak punya cita-cita  sambil ibu guru tersenyum ( seisi kelas pun tertawa)
Ibu guru : kini giliran kamu prema apa cita-cita kamu nanti kalau prema sudah besar ?











Prema : prema terdiam sejenak dan menjawab, ibu guru kata ayah prema,saya adalah anak yang berbakti kepada orangtua dan ayah saya setiap malam sebelum saya tidur memberikan inspirasi pesan bahwa nanti kelak saya harus  tumbuh besar berguna bagi orang lain dan bisa mengukir nama prema di dalam tinta emas dalam sebuah sejarah. Dengan mata yang bersinar berdiri tegak yaaaaa ibu guru saya akan menggegam Indonesia di kedua tangan ini dan saya akan bilang saya adalah orang besar dan hebat. 
Ibu guru pun terdiam mendengar apa yang di bicarakan prema sambil kebingungan ibu guru penasaran dan bertanya lagi.
Ibu guru : orang besar seperti apa yang kamu lakukan ingin menggenggam Indonesia ?
Prema : saya tidak tahu ibu guru apa yang saya lakukan nanti , yang pasti saya hanya yakin bisa mewujudkan pesan dari ayah untuk di jadikan mimpi besar saya, ibu guru.
Empat puluh tahun kemudian,,.....
Di halaman teras rumah yang ramai di hiasi tanaman-tanaman bunga yang indah terdapat kursi goyang yang di duduki seorang bapak tua dengan mengenakan pakaian putih lembut dengan  pancaran wajah yang sedang meratapi kesejukan udara pagi hari yang begitu indah. Tiba-tiba bapak tua terkejut karena tak lama kemudian dikejutkan oleh anaknya paling bungsu menghampiri dari belakang , si bapak tua ini mempunyai dua orang anak, dan anak bungsu bernama satya. ayah apa yang kamu lakukan pagi-pagi hari yang cerah ini duduk sendirian yah,, ehmmm sambil  bergeming , ayah lagi membayangkan kembali masa-masa kecil ayah sampai  saat ini nak,sahut sang ayah. Satya bertanya lagi ,ayahkan orang besar dan hebat tolong ceritakan ke satya apa yang ayah lakukan disaat masa kecil sampai sudah besar yah.
ayah pun bercerita,, dulu ayah dilahirkan nenek kamu pada kondisi susah nak, ayah sekolah tidak selayaknya anak tetangga yang berangkat sekolah dengan wajah bahagia, ayah hanya mengenakan seragam bekas dari anak tetangga, sehabis pulang sekolah ayah langsung mebantu kakek mu pergi ke sawah karena saat itu kakek buruh petani, begitu pun seterusnya . ayah dulu melanjutkan sekolah ketingkatan tinggi sampai sarjana ayah tidak pernah membebankan orangtua,ayah terus bekerja dan mengejar beasiswa untuk membiaya uang kuliah dulu. Ayah yakin sehabis bersekolah tinggi ini ayah akan menjadi orang yang akan berguna bagi orang lain, setelah ayah meniti karier dan perekonomian ayah cukup baik, ayah mendirikan sekolah-sekolah gratis di desa bagi anak-anak seperti ayah dulu nak dan juga ayah mebantu perekonomian masyarakat desa dengan mendirikan koperasi – koperasi serta melakukan pelatihan –pelatihan kewirahusaan bagi para pemuda di desa nak, langkah ayah dulu efektif dan desa ayah maju sekali dalam pendidikan maupun perekonomian. Apa yang ayah lakukan sampai membuat pemerintah bergelik hati untuk meminta ayah melakukan hal itu keseluruh wilayah. Dan alhasil dengan kerja keras ayah mampu mengembangkan pendidikan maupun perekonomian masyarakat di seluruh belahan masyarakat Indonesia. Berkat jasa kerja keras, ayah dulu membuat tinta emas dalam sejarah sebagai tokoh inspirasi dan di nobatkan sebagai bapak pembangunan sepanjang sejarah nak.
Nah kira-kira begitu nak cerita dri ayah, kira-kira kamu besar ingin  menjadi apa nak, satya menjawab satya ingin menjadi orang lebih besar lagi dari apa yang ayah lakukan, bagusss nak sahut sang ayah.
Selesai…………

Mungkin cerita pendek itu kurang inspiratif tetapi melalui cerita itu saya ingin memberikan pesan bahwa hidup itu memang susah ,jangan seperti ranting pohon yang bisa digoncangkan oleh tiupun angin,jadilah akar yang mendirikan pohon dengan kokoh. Dengan cara apa? Setidaknya anda memiliki tujuan hidup atau semacam mimpi besar . bagi anda yang belum memiliki mimpi atau tujuan hidup anda, ambil sepujuk kertas dan pena dan tulisanlah ‘Peta Jalan Hidup’ jawablah pertanyaan sederhana ini, APA tujuan hidup anda atau anda mau jadi apa suatu saat nanti ? MENGAPA anda memilih tujuan terebut ? BAGAIMANA anda akan mencapai tujuan tersebut ? mari berfikir, terimakasih.

Pura Agung Wira Loka Natha, Cimahi

Pura Agung Wira Loka Natha, Cimahi - Pura Agung Wira Loka Natha merupakan pura tertua yang ada di Bandung Raya. Pendirian pura ini berawal dari gagasan Pusdikarmed (Pusat Pendidikan Artileri Medan) di kota administratif Cimahi, yang ingin mendirikan tempat ibadah semua agama untuk kepentingan ibadah para siswanya. Salah satunya adalah Pura. Jarak dari pusat kota Bandung ke Pura tersebut sekitar 47 km.


Pada perkembangannya, pura ini tak hanya diperuntukkan bagi siswa Pusdikarmed, karena di wilayah Cimahi terdapat pusat pendidikan militer yang lain, seperti Pusdikbekang, Pusdik Infanteri dan lain-lain. Pembangunan tempat ibadah pun akhirnya dikoordinasikan oleh Kodiklat TNI AD. Kemudian Kapten Ketut Koyer dari Bina Rohani Kodiklat AD mengkoordinasikan gagasan ini dengan warga Hindu se-Bandung Raya.

Panitia pembangunan pura ini diketuai oleh Ida Bagus Sudjana. Pura dibangun secara swadaya oleh TNI AD dan masyarakat, serta mendapat dukungan pemerintah daerah setempat, Presiden RI, menteri agama dan bantuan dana dari dinas rohani Angkatan Darat, beberapa Pangdam (termasuk Pangdam Udayana) dan terutama warga Hindu se-Jawa Barat.

Tahun 1976 dilakukan peletakan batu pertama, yang khusus diambil dari Gunung Tangkuban Parahu. Hal ini dilakukan karena Warga Hindu meyakini bahwa tempat tinggi adalah tempat yang suci. Setelah sekitar dua tahun pembangunan, pada 14 Juli 1978 pura ini diresmikan oleh Dan Jen Kobangdiklat Mayjen TNI Alex Prawiraatmadja. Namun secara ritual Hindu, pura ini diresmikan pada 15 Juli 1978 bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, yang merupakan hari turunnya kitab suci Wedha dan turunnya ilmu pengetahuan. Pura ini diresmikan oleh Pedanda Gde Oka Telaga dengan upacara Ngenteg Linggih dan diberi nama Pura Agung Wira Loka Natha.

Demikianlah beberapa penjelasan singkat mengenai Sejarah dari Pura Agung Wira Loka Natha di daerah Cimahi dan semoga bermanfaat.


Referensi : http://www.bandungtourism.com/

Mengenal Zaman Kali Yuga

Mengenal Zaman Kali Yuga - Kali-Yuga adalah salah satu dari empat (catur) Yuga yang kondisi kehidupan manusianya paling buruk dan paling jelek akibat kegelapan spiritual. Keempat Yuga dimaksud adalah :

1. Satya-Yuga
2. Treta-Yuga
3. Dvapara-Yuga, dan
4. Kali-Yuga.

Adapun ciri-ciri setiap Yuga dapat dilihat dari prinsip-prinsip Dharma yang semakim merosot, suasana kehidupan manusia yang semakim jelek dan kegiatan penduduk dunia yang semakim korup. Sementara itu, prinsip-prinsip Adharma semakim berkembang subur dan akhirnya merajalela di masyarakat manusia seraya melenyapkan prinsip-prinsip Dharma.

Ciri-ciri setiap Yuga dapat diringkas sebagai berikut :





Menurut Bhagavata Purana 12.3.27-30, segala kegiatan di alam material ini terjadi karena interaksi Tri Guna, tiga sifat alam material yaitu: sattvam (kebaikan), rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan). Ia (Tri-Guna) menyelimuti segala makhluk di alam material. Dan ketiga unsurnya itu berinteraksi karena dipicu oleh sang waktu, tenaga pengendali tak berwujud Sri Krishna. Yuga sebagai pencerminan ketiga sifat alam material tersebut dapat diringkas sebagai berikut.



Dari segi kenyamanan hidup, keempat Yuga tersebut di ibaratkan sebagai musim yang berbeda-beda. Dari segi kualitas kehidupan, keempat Yuga tersebut di ibaratkan sebagai logam yang berbeda-beda. Dari segi spiritual, keempat Yuga tersebut di-ibratkan sebagai kegiatan sang manusia yang berbeda-beda. Sebutan Yuga yang berbeda-beda itu dapat diringkas sebagai berikut.

Berdasarkan penelitian seksama terhadap Jyotir-Veda (ilmu Astronomi Veda), para ahli (sarjana tradisional Veda) menyatakan bahwa Kali-Yuga mulai pada tanggal 18 Pebruari 3102 SM ketika Raja Pariksit naik tahta Kerajaan Hastinapura. Dikatakan bahwa pada hari itu ke 7 (tujuh) planet termasuk Bulan dan Matahari tidak dapat dilihat dari Bumi, sebab mereka berjejer lurus satu arah dibalik Bumi. Sementara itu, planet Rahu yang tidak bisa dilihat mata telanjang, tepat berada diatas Bumi di langit yang gelap gulita. Oleh karena tahun Masehi telah berlangsung selama 2006 tahun, maka pernyataan bahwa Kali-Yuga mulai sekitar 5.100 tahun yang lalu diakui sebagai kebenaran oleh para penganut ajaran Veda.


Diceritakan bahwa Raja Pariksit bertemu kepribadian Kali-Yuga dalam wujud seorang sudra berkulit hitam dan berpakaian seperti Raja di tepi sungai Saraswati ketika beliau memeriksa wilayah Kerajaannya. Si sudra  sedang  menyiksa sapi jantan (perlambang dharma) dan sapi betina (perlambang Bumi) dengan gada. Karena mohon maaf atas perbuatannya yang biadab, Raja Pariksit tidak membunuh si sudra. Beliau mengusir si sudra keluar wilayah Kerajaannya dan memperkenankan dia tinggal di 4 (empat) tempat yaitu :

1. Rumah Potong Hewan
2. Tempat pelacuran
3. Tempat perjudian, dan
4. Tempat dimana emas disimpan.

Veda menyatakan bahwa Bumi diliputi Kali-Yuga setelah Sri Bhagavan, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa , Krishna kembali ke tempat tinggalnya Goloka-dhama di alam rohani. Dikatakan bahwa begitu Kali-Yuga memasuki Bumi, maka pape yad ramate janah, manusia  mulai bersuka-ria dalam beraneka-macam kegiatan berdosa (Bhagavata Purana 12.2.29). Tetapi selama Sri Krishna masih menginjakkan kaki-Nya di Bumi, tavat  kalir vai prthivim parakrantun na casakat, selama itu pula Kali-Yuga tidak berdaya menguasai Bumi (Bhagavata Purana 12.2.30).

Bhagavata Purana  12.2.31 menyatakan bahwa Kali-Yuga berlangsung selama  dvadasabda satatmakah, dua abad deva, atau 1.200 tahun deva. Menurut tahun manusia, Kali-Yuga berlangsung selama 1.200 x 360 =  432.000  tahun (1 hari deva = 1 tahun manusia). Dari jumlah ini, 5.100 tahun telah berlalu, sehingga Kali-Yuga punya jangka waktu berlangsung yang masih lama yaitu 426.900 tahun manusia.

Dikatakan lebih lanjut oleh Veda bahwa Kali-Yuga mulai mencengkram penduduk Bumi dengan kekuatannya penuh ketika kumpulan bintang (planet) Sapta-Rsi bergerak dari garis edar Bulan yang disebut Magha ke garis edar Bulan yang disebut Purvasadha yaitu ketika Raja Nanda dan dinastinya mulai memerintah India (Bhagavata Purana 12.2.32). Itu terjadi sekitar 1977 tahun SM (Sebelum Masehi).
Kali-Yuga sebagai jaman kemerosotan akhlak dan moral ditunjukkan oleh pernyataan-pernyataan Veda berikut :
Veda menyatakan,"Sa kalir tamasa smrtah, Kali-Yuga disebut jaman tamas, kegelapan/kebodohan"(Bhagavata Purana 12.3.30). Tamas (kegelapan/kebodohan) adalah salah satu unsur Tri-Guna, tiga sifat alam material yaitu sattvam (kebaikan), rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan).
Mengenai sifat alam tamas ini, Veda menjelaskan sebagai berikut, "Sifat alam tamas ini menyebabkan manusia mengkhayal, sehingga manusia menjadi berpikir tidak waras, malas dibidadang kerohanian dan banyak tidur". Selanjutnya dikatakan,"Adharmam dharman iti ya manyate tamasavrta, diliputi sifat tamas, manusia menganggap yang benar adalah salah dan yang salah adalah benar, sehingga sarvarthan viparitams ca, segala kegiatannya menuju kearah sesat" (Bhagavad Gita 18.32).

Penjelasan Veda lebih lanjut adalah sebagai berikut :

1. Dalam masa Kali-Yuga, manusia cendrung semakim rakus, berprilaku jahat (korup) dan tidak mengenal belas-kasihan. Mereka bertengkar satu dengan yang lain tanpa alasan benar. Mereka bernasib malang, diliputi beraneka-macam keinginan material dan sudra-dasottarah prajah, mayoritas tergolong sudra dan manusia tidak beradab (Bhagavata Purana 12.3.25).

2. Kegiatan tipu-menipu dan berbohong, malas dibidang kerohanian, banyak tidur dan tindak kekerasan, kecemasan, kesedihan, kebingungan, ketakutan dan kemiskinan merajalela (Bhagavata Purana 12.3.30).

3. Karena fakta-fakta tersebut, maka Kali-Yuga sering disebut sebagai jaman kemerosotan akhlak dan moral, jaman perselisihan dan pertengkaran, jaman kepalsuan, jaman edan, jaman kekalutan, jaman kemunafikan, jaman penderitaan dan kesengsaraan.

Maha  Rsi Sukadeva Goshwami menjelaskan 24 ciri Kali-Yuga kepada Raja Pariksit, yaitu :

1. Dharma merosot dan Adharma berkembang subur.
2. Kualitas, moral dan hidup manusia merosot.
3. Manusia bertabiat Asurik (jahat).
4. Manusia munafik dan curang.
5. Raja, kepala da pejabat negara bermoral buruk dan rendah.
6. Kekayaan material dan keniknatan indriyawi menjadi tujuan hidup.
7. Hukum dan keadilan ditentukan oleh kekuasaan.
8. Perkawinan berlangsung karena daya tarik material dan sex berdasarkan prinsip suka sama suka.
9. Segala urusan dan hubungan bisnis berlandaskan tipu-muslihat.
10. Para brahmana sibuk dengan urusan mengenyangkan perut dan memuaskan kemaluan.
11. Aturan hidup varna-asrama dharma dicampakkan.
12. Manusia selalu berpikir keliru.
13. Kekuasaan dicapai melalui kekuatan.
14. Rakyat menderita karena bencana alam, kelaparan, beban pajak, penyakit dan kecemasan.
15. Wanita hidup bebas dan tidak suci.
16. Veda dimengerti dengan pola pikir atheistik.
17. Kota-kota dikuasai para bandit.
18. Sapi dibunuh untuk makanan.
19. Majikan dan pelayan saling tidak setia.
20. Laki-laki dikendalikan wanita.
21. Orang-orang sudra menipu melalui praktek kerohanian.
22. Manusia menjadi amat individualistik.
23. Manusia dan alam terkena polusi, dan
24. Manusia melalaikan Tuhan karena berwatak atheistik.

Demikianlah artikel/tulisan mengenai " Mengenal Zaman Kali Yuga " ini , semoga bisa bermanfaat serta menambah wawasan dari teman-teman sekalian.

#Satyam Eva Jayate

Referensi : http://kere.000space.com/
Copyright © 2013 PD KMHDI Jawa Barat and Blogger Templates - Anime OST.
Selamat Datang di Blog Resmi Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Jawa Barat