Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Suasana Baru Sekretariat PD KMHDI Jabar

Om Swastyastu ,
Rahajeng wengi 

Ini dia tampilan sekretariat yang baru dari PD KMHDI Jabar. Sudah keren dan kecee kann 😀😀
Buat para kader, mbok" dan bli " ayok sering mampir ke sekre tercinta kita :))




Satyam Eva Jayate!


FA KMHDI Jawa Barat Di Talkshow Ramadhan Interaktif

Om Swastyastu,
Bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi, 29 Juni 2016. Kami menghadiri acara Talkshow Ramadahan tentang "Toleransi Umat Beragama " di Pesantren Al-Musyahadah, Kota Cimahi. Adapun Bli Nyoman Sukadana sebagai Ketua FA KMHDI Jabar menjadi salah satu narasumber.

Dari Talkshow ini diharapkan toleransi antar umat beragama bisa terus terjalin pada lingkungan diamna kita berada. Jangan biarkan benih benih kebencian itu muncul sedikitpun di bumi Indonesia ini. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda beda namun tetap satu juga.
Om Shanti Shanti Shanti Om
Satyam Eva Jayate!!

Kegiatan Donor Darah Di Bulan Ramadhan Oleh PD KMHDI Jawa Barat

Om Swastyastu,
Bertepatan dengan Hari Raya Saraswati kemarin, Sabtu 26 Juni 2016. Kami melaksanakan kegiatan donor darah yang bertempat di PMI kota Badung, Jalan Aceh Nomor 79, Bandung,
Adapun kegiatan donor darah yang telah dilaksanakan tersebut mengusung tema:
DONOR DARAH : “APAPUN GOLONGAN DARAHMU, MEREKA MEMBUTUHKANNYA”


Tujuan di adakan kegiatan donor darah ini untuk Membantu PMI dalam menggalakkan donor darah yang bertepatan di bulan puasa (di karenakan umat muslim tidak bisa mendonor di bulan puasa), Ajang pengenalan kepada masyarakat tentang kegiatan organisasi PD KMHDI JAWA BARAT PERIODE 2015-2017, Menanamkan rasa percaya diri dalam berkarya di masyarakat.
Om Shanti Shanti Shanti Om
Satyam Eva Jayate!!



Rapat Kerja Daerah VII PD KMHDI Jawa Barat

Om Swastyastu,
Pasraman Husein Sastranegara - Bandung, 16 April 2016. Pelaksanaan Rapat Kerja Daerah PD KMHDI Jawa Barat . Kegiatan ini berlangsung dari jam 9 pagi hingga 7 malam kemarin, adapun pengurus PD KMHDI Jawa Barat dan juga alumni turut hadir dalam Rakerda VII kali ini . Adapun pelaksanaan Rakerda VII ini diharapkan menjadi garis start kepengurusan 2015-2017 untuk melaksanakan Program Kerja selama 2 tahun kedepan. Semangat perubahan terus kami bawa demi tetap meningkatkan jumlah kader Hindu yang berkualitas. Dalam kesempatan kali ini kami meminta doa dan restu dari kawan-kawan anggota, pengurus serta mbok/bli alumni sekalian.

Mengutip perkataan dari seorang pendiri Ford Motor Company sebagai berikut :
"Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young"
and
"Whether you think you can or you can't. You're right"

So, let's do it together! Sekian.
Om Shanti Shanti Shanti Om
*SATYAM EVA JAYATE

MPAB 2014 KMHDI Jawa Barat

Haii Guys, KMHDI PD JABAR mau ngasih pengumuman nih :)

Hari minggu besok, tanggal 5 Oktober 2014 Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia PD Jawa Barat akan mengadakan rekrutmen

Masih belum tau KMHDI ? KMHDI adalah organisasi mahasiswa Hindu yang berlokasi di setiap provinsi di Indonesia

Kita satu-satu nya organisasi Mahasiswa Hindu yg diakui PHDI loh

Anggota yang di JABAR mencakup semua kampus. Dari UPI, UNPAD, UNPAR, TEL-U, STPB, Widyatama, Maranatha, dll

Buat yang masih penasaran dateng aja pas hari Minggu 5 Oktober di Pura Puser Dayeuh Siliwangi Jln. Lembong. Jam 9 pagi ya guys :)

Lokasinya gampang banget. 1 arah kalo dari BIP

Biaya pendaftarannya Rp 20.000 aja kok guys, sekalian itung itung beryadnya.

Segitu dulu dah, lengkap nya sampai ketemu di pura Puser Dayeuh Siliwangi ya


KMHDI Desak Kapolri Tindak Perusak Tempat Ibadah

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman bersama Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Kapolres Sragen, dan Kapolsek Miri untuk segera mengungkap dan menindak pelaku peristiwa pengrusakan tempat persembahyangan Agama Hindu (Pura) di Dukuh Giriloka RT 21, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, pada 16 Januari 2014. “Kami mengecam dan mengutuk keras oknum yang melakukan tindakan anarkis berupa perusakan tempat persembahyangan Agama Hindu (Pura) tersebut. Oleh karena itu, KMHDI mendesak Kapolri segera menemukan pelaku dan memberikan hukuman sesuai undang-undang yang berlaku,” kata Presidium Pusat KMHDI I Made Bawayasa, kepada jurnas.com, Jumat (7/3).

KMHDI, lanjut Made, juga menuntut pemerintah daerah dan pusat untuk bisa berlaku adil terhadap masyarakat serta tidak berlaku diskriminasi, khususnya dalam kasus pengrusakan rumah ibadah. KMHDI juga menyeru agar memberi perlindungan keamanan pada tempat ibadah secara umum dan khususnya rumah ibadah yang dirusak, dalam hal ini Pura, di Dukuh Giriloka RT 21, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Sragen.

Made menambahkan, KMHDI mendesak seluruh mendesak seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sragen bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, untuk segera duduk bersama mencari solusi atas peristiwa tersebut sehingga tidak menimbulkan konflik bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (Sara). Hal ini penting agar tetap menjaga keharmonisan antarumat beragama di wilayah tersebut.

Selain itu, perlu melakukan pencegahan melalui penanganan isu bernuansa Sara secara cepat dan tepat. “Tindakan pencegahan sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang,” tegas Made.

Made mengingatkan, bahwa pemerintah wajib memberikan hak kepada setiap masyarakat dalam melaksanakan aktifitas keagamaan. Sementara itu, Polri harus segera mengambil langkah cepat dengan menemukan dan menindak pelaku perusakan rumah ibadah tersebut. Sebab, bila hal itu dibiarkan akan menjadi bom waktu yang akan mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, isu agama merupakan isu yang sensitif di Indonesia.

Made menambahkan, perlindungan dan pemberian rasa aman kepada setiap umat beragama merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab kepolisian. Sebab, rasa aman bagi setiap umat beragama di Indonesia akan menciptakan situasi yang kondusif dan meningkatkan keharmonisan antarumat beragama.

Made menjelaskan, bangsa Indonesia sejak kelahirannya dengan mengambil saripati kearifan luhur bangsa, telah menegaskan pengakuannya akan perbedaan-perbedaan sebagai sebuah keniscayaan baik suku, agama, ras, budaya dan perbedaan lainnya. Perbedaan itu sesungguhnya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama agar menjadi perekat dan pemersatu bangsa.

“Dengan menghormati ke-Bhinneka-an maka kita semakin memperkokoh bangsa Indonesia yang bermartabat,” ujarnya.

Oleh : Jurnas.com

http://www.jurnas.com/news/126869/KMHDI_Desak_Kapolri_Tindak_Perusak_Tempat_Ibadah_2014/1/Sosial_Budaya/Religi

Tumpek Krulut Sebagai Hari Kasih Sayang

Beberapa tahun terakhir, hari suci Tumpek Krulut yang jatuh pada Saniscara Kliwon wuku Krulut. Tumpek Krulut lantas dianggap sebagai hari kasih sayang khas Bali. Benarkah Tumpek Krulut memang merupakan hari kasih sayang?


Cendekiawan Hindu, Drs. I Ketut Wiana, M.Ag., membenarkan makna Tumpek Krulut memang berdekatan dengan perayaan cinta atau kasih sayang. “Makna perayaan Tumpek Krulut memang kasih sayang. Kata krulut berasal dari kata lulut yang artinya ‘senang’ atau ‘cinta’ yang bisa disejajarkan dengan makna sayang,” kata pensiunan dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar ini.

Menurut Wiana, makna Tumpek Krulut sebagai hari kasih sayang itu ditunjukkan dengan adanya sarana banten sekartaman yang dihaturkan saat Tumpek Krulut. Dalam pemahaman Wiana, banten sekartaman merupakan bentuk ungkapan rasa sayang kepada siapa saja yang memunculkan energi positif dan bermanfaat bagi kehidupan umat manusia.

Di India, imbuh Wiana, juga ada tradisi peringatan hari kasih sayang. Di tanah kelahiran agama Hindu itu ada hari Raksa Banda atau pun Walmiki Jayanti. Raksa Banda merupakan hari untuk mengukuhkan ikatan cinta, kasih dan sayang di antara pasangan suami-istri, laki-laki dan perempuan. Pada hari Raksa Banda itu, sang lelaki diberikan tetebus berupa benang, pihak perempuan diberikan gelang. Tatkala hari Walmiki Jayanti, anak-anak hingga yang masih muda akan mempersembahkan bunga kepada orang yang lebih tua.

Namun, masyarakat Hindu Bali selama ini merayakan hari Tumpek Krulut sebagai hari piodalan di pelinggih penyarikan di banjar. Karena itu, acap kali ditemui, saat hari Tumpek Krulut dilaksanakan upacara piodalan di banjar-banjar.

Penulis buku-buku agama Hindu, Dra. Ni Made Sri Arwati dalam buku Rahina Tumpek tidak secara jelas menyebutTumpek Krulut sebagai hari kasih sayang. Arwati hanya menyebutkan yadnya saat hari Tumpek Krulut jika dicermati secara mendalam sesungguhnya sebagai sarana memunculkan rasa saling asih, asah dan asuh di antara sesama manusia melalui sarana seni tetabuhan, karya cipta Hyang Widhi yang membuat rasa tertarik, senang, terpesona dalam kehidupan.

Namun, Ketua Yayasan Dharma Acarya, Drs. IB Putu Sudarsana, MBA., berpandangan Tumpek Krulut merupakan hari pemujaan taksu. Diakuinya, kata krulut diambil dari kata lulut. Akan tetapi, artinya bukanlah sayang berkaitan dengan hubungan antara laki-laki dan perempuan, suami-istri atau pun sepasang kekasih. Rasa senang atau kasih itu berhubungan dengan kharisma utau wibawa yang menyebabkan orang lain tertarik.

Pemaknaan yang lebih segar terhadap suatu hari raya keagamaan memang suatu hal yang penting dilakukan sepanjang tidak jauh beranjak dari dasar sastra yang mendasari munculnya hari raya itu. Pemaknaan Tumpek Krulut sebagai hari kasih sayang dapat dianggap sebagai sebuah pemaknaan baru yang lebih segar sesuai dengan konteks zamannya.


Referensi : http://www.balisaja.com/2013/12/benarkah-tumpek-krulut-sebagai-hari.html

Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Jawa Barat Di Pura Giri Kusuma - Bogor

Pura Giri Kusuma – Kota Bogor

Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, H. Saeroji, MM, membuka secara resmi kegiatan Utsawa Dharma Gita Tingkat Jawa Barat atau yang identik dengan MTQ dalam Agama Islam, di Pura Giri Kusuma Kota Bogor, Minggu (12/01). Kegiatan ini diikuti oleh kontingen Utsawa Dharma Gita dari seluruh Kota dan Kabupaten se-jawa Barat.



Utsawa Dharma Gita merupakan ajang lomba baca kitab suci Weda, yang terdiri dari beberapa jenis lomba antara lain: Utsawa Sloka dan Palawakya, yaitu lomba membaca ayat-ayat suci Weda. Peserta dari tingkat Anak-anak, Remaja, dan Dewasa; Utsawa Dharma Wacana, yaitu lomba berpidato/ khotbah materi keagamaan Hindu. Tingkat anak-anak, remaja, dan dewasa. Utsawa dharmawacana ini terdiri dari dua jenis lomba, yaitu berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris; Utsawa Dharma Widya, yaitu lomba cerdas cermat materi agama dan keagamaan Hindu, tingkat SD, SMP, dan SMA; dan Utsawa menghafal sloka dan mantra terbanyak, katagori remaja dan dewasa.

Bagi umat Hindu, Weda merupakan petunjuk dan penuntun kehidupan untuk memperoleh kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Weda hanya berisi prinsip-prinsip keimanan, vitamin juga sumber nilai-nilai universal, ilmu pengetahuan  hingga hakekat kehidupan, yang dikemas dengan bahasa yang indah, penuh dengan filosofi keteladanan, serta pesan moral yang luhur dan agung.


Weda memberi tuntunan kepada kita agar membangun kehidupan yang harmonis, saling bertoleransi, hidup dalam kedamaian dan hidup untuk saling mengenal, saling mengasihi, saling memberi maaf dan tidak membenci satu sama lain. Weda mengajarkan manusia untuk bekerjasama dalam kebaikan, bukan dalam kejahatan dan permusuhan. Weda adalah sumber petunjuk dan pedoman hidup yang selalu relevan untuk mengharmoniskan kehidupan manusia di sepanjang jaman.

Pada kesempatan itu  Kakanwil menghimbau agar kegiatan Utsawa Dharma Gita tidak semata-mata menjadi ajang berlatih dan bertanding membaca Weda saja, tetapi juga untuk semakin dipahami substansi dari sloka-sloka suci Weda dengan benar dan tepat. Dengan makin memahami dan mendalami kandungan yang, terdapat di dalam Weda, mudah-mudahan kita mampu memperkuat jati diri dan karakter bangsa melalui nilai-nilai keagamaan, aturan serta kerukunan antar umat beragama, sejalan dengan nilai-nilai universal ajaran terkandung di dalam Weda.

Lebih lanjut Kakanwil berpesan kepada pemenang lomba agar tidak larut dalam kegembiraan, dan yang belum berhasil sebagai pemenang putus asa dalam kegagalan. “Yang berhasil menjadi juara, janganlah larut dalam kegembiraan sehingga lupa melanjutkan peningkatan diri, yang belum berhasil jangan jatuh didalam keputusasaan yang dapat mematikan semangat untuk berprestasi.”

Link Sumber : http://jabar2.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=175623

Kumpulan Berita Bencana Banjir Di Manado



Kejadian Banjir Tanah Longsor Di Provinsi Sulawesi Utara


KRONOLOGI BENCANA

Pada hari Selasa tanggal 14 Januari 2014, terjadi hujan deras disertai angin kencang di wilayah Manado dan sekitarnya sejak pagi sampai tengah malam. Hujan deras disertai angin kencang berlanjut sampai esok harinya, 15 Januari 2014, menyebabkan DAS Sawangan dan DAS Tondano tidak mampu menampung debit air yang besar. Akibatnya pada sekitar pukul 05:30 WITA, air mulai meluap dan secara cepat terjadi banjir di sejumlah wilayah di Kota Manado. Pada sekitar pukul 09:30, banjir bandang disertai arus air sudah meluas ke 10 Kecamatan di Kota Manado dan 8 Kecamatan di Kabupaten Minahasa, juga mengakibatkan terjadinya tanah longsor di beberapa titik di ruas jalan trans Sulawesi yang merupakan urat nadi perekonomian Sulawesi Utara.


PENYEBAB BENCANA

-Bulan Januari merupakan puncak musim hujan Manado.
-Adanya pusat tekanan rendah di utara Sulut, tepatnya di perairan selatan Filipina (Mindanao Selatan) yang menyebabkan pengumpulan massa udara di atas daratan Sulut.
-Distribusi hujan maksimum berada di lereng-lereng DAS sungai, sehingga meningkatkan debit air sungai (tertinggi dibanding kejadian banjir terdahulu).
-Angka curah hujan di DAS Tondano: 230mm, kondisi aman normal yaitu <50mm/hari. Di aliran sungai Tomohon tercatat 200mm.
-7 sungai yang mengalir ke Manado semua sama dengan angka curah hujan di atas.
-Adanya perubahan iklim (climate change) yang mengakibatkan terjadinya pemanasan global (global warming), anomali cuaca.

DAMPAK BENCANA TERHADAP KONDISI INFRASTRUKTUR

1. Sarana & Prasarana Transportasi Darat
- Jalur jalan utama Trans-Sulawesi (via Tanawangko dan Tomohon) terputus.
- Akses Jalan di Kota Manado sebagian lumpuh karena terdapat  jembatan yang putus, material ikutan banjir serta barang Rumah Tangga lainnya
- Akses Manado – Minahasa Utara tersendat akibat longsor
- Transportasi umum dalam Kota Manado terhambat karena kemacetan parah di berbagai titik akibat banjir.
2. Jalur Komunikasi
- Hingga saat ini komunikasi seluler mengalami gangguan, panggilan telepon susah dilakukan dan sering terputus.
- Penyebaran informasi terbantu dengan adanya radio, meskipun sempat terganggu.
3. Keadaan Jaringan Listrik
- Pada tanggal 15 Januari 2014, jaringan listrik padam di seluruh kota Manado sejak pagi hingga sore hari. Sore hari listrik menyala di beberapa lokasi tetapi sampai saat ini masih padam di lokasi lain.
- Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, mengalami pemadaman listrik selama dua hari.

4. Keadaan Jaringan Air Bersih
- Ada beberapa laporan kerusakan jaringan air PDAM. Para pengguna sumur yang mengandalkan pompa air juga kesulitan memperoleh air saat terjadi pemadaman listrik.
- Hingga saat ini banyak warga kesulitan air bersih.
5. Fasilitas Perkantoran & Kesehatan
- Gedung Kantor Walikota Manado terendam banjir setinggi 3 meter.
- Gedung Dinas Sosial, Dinas PU, Dinas Perhubungan, Badan Ketahanan Pangan terendam banjir setinggi 3-4 meter. Disamping itu terdapat sejumlah gedung pemerintah lainnya yang juga terendam banjir.

-5 unit Puskesmas terendam (1 unit rusak berat)
-9 unit Puskesmas Pembantu dan 2 unit Puskesmas Keliling terendam

DATA KORBAN

1. Korban Meninggal sebanyak 19 orang yang tersebar di:
- Kota Manado  6 orang
- Kota Tomohon  6 orang
- Kab. Minahasa  6 orang
- Kab. Minahasa Utara  1 orang

2. Jumlah Warga Terdampak
+ 107.000 Jiwa

3. Jumlah Warga Mengungsi    
+ 15.000  Jiwa
*) Data Sementara hingga 21 Januari 2014, pukul 24:00 WITA



UPAYA PENANGANAN DARURAT YANG TELAH DILAKUKAN

Melaporkan kejadian awal bencana kepada Pemerintah Pusat dan BNPB.
Mengaktifkan dan membentuk Posko Penanggulangan Bencana di Provinsi. Pos komando di Kabupaten/Kota, Posko-posko lapangan (Posko Pengungsian, Posko kesehatan, dapur umum) serta media center.
Melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait (BPBD/ Dinsos/ Dinkes/ Dinas PU serta Pemerintah Kabupaten dan Kota).
Pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban dengan mobilisasi alat berat dan perahu karet.
Pendataan dampak bencana (korban dan kerusakan)
Menyatakan status tanggap darurat dan menentukan masa tanggap darurat selama 14 hari sejak tanggal kejadian.
Peninjauan lapangan bersama dengan instansi terkait antara lain : Dinas sosial, Dinas PU, Dinas kesehatan, BPBD Kota manado, TNI, POLRI yang dipimpin oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara.
Mendistribusikan bantuan dasar antara lain: makanan siap saji, ikan kaleng, air mineral, peralatan evakuasi, matras dan selimut serta kebutuhan operasional.


Untuk memperoleh data lainnya, seperti peta, data logistik, korban dan kerusakan, serta kegiatan POS KOMANDO TANGGAP DARURAT Banjir & Tanah longsor silahkan kunjungi


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Listrik di Sebagian Wilayah Manado Masih Padam

JAKARTA - Bencana dahsyat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Manado dan sekitarnya melumpuhkan hampir sebagian besar aktivitas warga. Bahkan, di sejumlah lokasi listrik masih padam.

"Di beberapa lokasi Kota Manado listrik masih padam karena gardu tergenang lumpur," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan elektroniknya kepada Okezone, Minggu (19/1/2014) malam.

Sutopo menambahkan, pesawat Hercules pengangkut logistik sempat ikut mengalami gangguan sehingga tidak jadi tiba di Manado hari ini dan masih tertahan di Balikpapan.

"Bantuan logistik dan peralatan dari BNPB, Kemsos, dan Kemkes diangkut dengan pesawat Hercules TNI AU sebanyak lima kali penerbangan," imbuhnya.

Pihaknya juga bahu membahu menyiapkan segala kebutuhan pengungsi meliputi alat untuk membersihkan lumpur, alas tidur, paket kesehatan, pakaian, perlengkapan masak, air bersih maupun dapur umum yang terus disiagakan.

"Status tingkat bencana masih bencana tingkat provinsi. Gubernur Sulut masih memimpin penanganan darurat," pungkasnya.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kerugian Materi Akibat Musibah Banjir di Sulut Capai Rp1,8 T

Kantor Wali Kota Manado Terendam Banjir (Foto: Okezone) JAKARTA - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara berdampak pada kerugian materi yang luar biasa. Tercatat, kerugian materi akibat bencana dahsyat ini mencapai 1,87 triliun.

"Perkiraan kerugian dan kerusakan akibat bencana tersebut mencapa Rp1,87 triliun meliputi kerusakan rumah, kerusakan fasum, pertanian dan peternakan, kantor, infrastruktur dan sebaginya," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan elektroniknya kepada Okezone, Minggu (19/1/2014) malam.

Sutopo menambahkan, hingga saat ini upaya penanganan terhadap para pengungsi terus dilakukan di sejumlah lokasi pengungsian.

"Penanganan darurat banjir bandang dan longsor di Sulut terus dilakukan hingga saat ini. Bencana terjadi di delapan kabupaten/kota yaitu Kota Manado, Kota Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Sitaro," terangnya.

Sebelumnya musibah banjir bandang melanda Manado beberapa hari lalu. Akibatnya, belasan orang meninggal dunia dan ratusan pemukiman warga hanyut. Banjir bandang ini merupakan bencana terdahsyat sepanjang 2013 hingga 2014 terakhir.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Bantuan Kurang, Warga Banjir Manado Minta Sumbangan ke Jalan

MANADO - Kurangnya bantuan yang diberikan pemerintah setempat untuk korban banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara, membuat warga memutar otak.

Mereka pun berinisiatif meminta sumbangan kepada pengendara maupun pengguna jalan yang melintas di lokasi banjir bandang, Selasa (21/1/2014).

Dengan menggunakan alat seadanya, warga meminta bantuan dan belas kasih pengguna jalan. Pantauan ini terlihat di dua wilayah yang terkena dampak terparah akibat banjir bandang di Dendengan Dalam dan Komo Luar.

Sekadar diketahui, dua wilayah tersebut merupakan tempat terparah akibat banjir bandang di Manado. Wakil Presiden Boediono pun hari ini mengunjungi kedua lokasi terdampak banjir bandang tersebut.

Dalam kunjungan itu, Boediono didampingi Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang dan Wakil Gubernur Djouhari Kansil.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kerugian Infrastruktur Akibat Banjir Manado Rp 647 M

Manado - Posko tanggap darurat bencana Kota Kota Manado, Sulawesi Utara, mengeluarkan data terbaru kerugian infrastruktur pada Kamis malam sebesar Rp647,9 miliar.
"Itu adalah nilai kerugian akibat kerusakan infrastuktur di Manado yang disebabkan oleh terjangan banjir bandang pada Rabu, 15 Januari 2014," kata Komandan Posko tanggap darurat bencana Manado Vicky Lumentut di Manado, Kamis (23/1).
Vicky mengatakan kerugian tersebut disebabkan kerusakan jalan raya, jembatan, saluran drainase, MCK, air bersih, sanitasi dan pipa PAM, tanggul Tondano, tanggul sungai Sario, tanggul Sawangan.
Ia merinci untuk jalan raya yang rusak ada 19 ruas sepanjang 31,6 kilometer dengan nilai kerugian diperkirakan sebesar Rp39,5 miliar, kemudian jembatan lima unit sebesar Rp40,4 miliar, saluran drainase 3,8 kilometer sebanyak Rp4 miliar.
Lalu untuk MCK, Air bersih, sanitasi dan pipa PAM yang rusak satu unit kerugiannya dihitung mencapai Rp4 miliar, lalu tanggul Tondano sepanjang 6,2 kilometer kerugiannya ditaksir sebesar Rp360 miliar dan tanggul sungai Sario satu km senilai Rp60 miliar.
"Dengan nilai kerugian sebesar itu, kami berharap Manado bisa segera mendapatkan bantuan rehabilitasi paskabencana, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat," katanya.
Laporan kerugian kerusakan infrastruktur tersebut sudah disampaikan kepada BNPB saat melakukan pendataan awal kerusakan bencana di Manado dan nanti akan ditindaklanjuti dengan kedatangan oleh tim dari BNPB dalam waktu dekat.
Menurutnya itu baru data kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, saluran air serta tanggul, belum terhitung lainnya seperti rumah, gedung sekolah, rumah ibadah dan lainnya.
"Kami berharap kiranya dengan bantuan dari BNPB maka pemulihan dan rehabilitasi paskabencana di Manado dapat berjalan maksimal dan dalam waktu secepatnya," katanya.
Vicky mengakui untuk sekarang ini, pemerintah fokus melakukan pembersihan di seluruh wilayah Manado yang porak poranda akibat bencana banjir bandang tersebut.
Caranya antara lain dengan melakukan kerja bakti bersama di semua lokasi bencana bersih-bersih sampah dan lumpur setinggi 1-2meter yang dibawa air saat menerjang Manado pada 15 Januari, kata Vicky.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Referensi :

http://bpbdsulut.com/kejadian-banjir-tanah-longsor-di-provinsi-sulawesi-utara-15-januari-2014/
http://www.beritasatu.com/
http://www.okezone.com/

Kumpulan Berita Bencana Gunung Sinabung




Gunung Sinabung meletus, 20.331 warga mengungsi

Sindonews.com - Gunung Sinabung, di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengeluarkan erupsi dan awan panas. Hal ini sangat membahayakan keselamatan warga yang berada di sekitar gunung.

"Dengan meningkatnya ancaman awan panas tersebut, maka dua desa yaitu Desa Jerawa dan Desa Pintu Besi yang berada 6,5 Km tenggara dari kawah telah diungsikan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, melalui layanan BlackBerry Mesengger (BBM), Sabtu (4/1/2014).

Ditambahkan dia, kedua desa tersebut berada di jalur awan panas. Proses pengungsian sudah dilakukan sejak Jumat 3 Januari 2014 kemarin. Hingga kini, jumlah warga yang pengungsi mecapai sekira 20.331 jiwa (6.336 KK) dan tersebar di 32 titik.

"Dengan kondisi aktivitas gunung api yang terus meningkat, maka rencana kontinjensi dengan skenario terburuk perlu dimatangkan," sambungnya.

Kepala BNPB Syamsul Maarif menambahkan, pihaknya telah memerintahkan semua kementerian/lembaga, BPBD Sumut, Pemda Karo, dan semua yang terlibat untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasinya.

"Belajar dari pengalaman erupsi Gunung Merapi 2010, di mana peningkatan aktivitas gunung kemudian diikuti dengan penetapan radius evakuasi dari 5 Km kemudian 10 Km, 15 Km dan 20 Km. Semua kesiapan yang menyangkut penanganan pengungsi perlu disiapkan dengan baik," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gunung Sinabung terus mengeluarkan erupsi dan awan panas, sejak pagi hingga saat ini. BNPB mencatat, sedikitnya sudah 30 lebih terjadi erupsi dengan jarak rata-rata hanya berselang 10-30 menit.

Selain erupsi, Gunung Sinabung juga mengeluarkan awan panas. Gugusan awan panas itu mencapai 60 kali lipat jarak luncur sejauh 2-5 Km ke arah tenggara. Para pengungsi merupakan warga yang wilayahnya dilintasi awan panas.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kawasan Berbahaya Sekitar Gunung Sinabung Diperluas 

Kawasan berbahaya di sekitar gunung berapi Sinabung, kabupaten Karo, Sumatra Utara, telah diperluas hari Minggu setelah gunung itu memuntahkan gas panas ke daerah yang lebih luas lagi, sehingga penduduk berlarian turun dari gunung itu.

Letusan besar yang terjadi lewat tengah malam memicu evakuasi. Banyak orang dengan wajah yang ditutupi debu vulkanik tampak melarikan diri dengan sepeda motor dari lereng-lerang gunung yang terkena gas panas itu. Truk-truk mengangkut perempuan dan anak-anak, sementara para petugas menggunakan megafon untuk mengatur masa yang panik ketika batu-batuan vulkanik berjatuhan dari langit.

Lebih dari 50 kali letusan terjadi hari Sabtu dan gas panas mengalir sampai lima km di lereng bagian tenggara gunung Sinabung, kata juru bicara badan mitigasi bencana Sutopo Purwo.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Imbas Erupsi Gunung Sinabung di Pertanian Mencapai Rp 712 Miliar

Liputan6.com, Sinabung : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Erupsi Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara masih sangat tinggi. Pada Rabu 15 Januari 2014 dari dini hari kemarin hingga pikul 12.00 WB, sudah terjadi gempa letusan didominasi awan panas berkisar 17 kali.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, aktivitas letusan terjadi terus menerus yang diikuti oleh awan panas. Bahkan, tinggi letusan mencapai 2.500 hingga 4.500 Meter ke arah Tenggara Selatan. Gempa vulkanik dan gempa hybrid juga diprediksi masih tinggi.
"Untuk luncuran abu vulkanik berkisar sejauh 1.000 - 4.500 Meter ke arah Selatan Barat Daya. Mewaspadai hujan yang menyebabkan banjir lahar dingin di sekitar gunung. Aktivitas gunung saat ini masih tinggi status level IV (Awas)," kata dia, Rabu 15 Januari 2014.
Berdasarkan perhitungan Dinas Pertanian dan Perkebunan Karo, urai Sutopo, kerugian di sektor pertanian dan perkebunan sejak Gunung Sinabung erupsi hingga 6 Januari 2014 diperkirakan Rp 712,2 miliar. Di mana 10.406 ha lahan pertanian dan perkebunan Puso.
Luas lahan pertanian dan perkebunan itu meliputi tanaman pangan (1.837 ha), hortikultura (5.716 ha), tanaman buah (1.630 ha), biofarmaka (1,7 ha), dan perkebunan (2.856 ha). Dampak ini terdapat di 4 kecamatan yaitu Naman Tean, Simpang Empat, Payung dan Tigandreket.

"Kerugian dan kerusakan dampak erupsi Sinabung nanti akan dihitung secara menyeluruh, di sektor perumahan dan permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya dan lintas sektor," lanjut Sutopo.

Sementar itu, jumlah pengungsi terus bertambah. Saat ini sudah ada pengungsi 26.174 jiwa (8.161 KK), yang tersebar di 39 titik pengungsian. Ada tambahan titik pengungsi baru, yaitu di Maka Mehuli Jalan Samura sebanyak 122 jiwa (42 KK). Mereka berasal dari Desa Gung Pinto. Pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi terus dipenuhi. Logistik mencukupi 2-5 hari ke depan.
"Kebutuhan mendesak bagi pengungsi mainan anak-anak, buku, seragam sekolah, air bersih, dan susu. Pendataan bagi anak-anak atau mahaiswa yang sekolah di luar Karo masih dilakukan oleh Dinas Pendidikan Karo," tukas Sutopo.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BNPB: Pengungsi Gunung Sinabung Jadi 27.319 Orang

Liputan6.com, Jakarta : Jumlah pengungsi bencana erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara, terus bertambah. Jumlah pengungsi yang tersebar di 40 titik penampungan mencapai 27.319 orang.
"Jumlah tempat penampungan juga bertambah dari kemarin," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho Sutopo di Cikini, Jakarta, Sabtu (18/1/2014).
Kendati demikian, lanjut dia, BNPB hingga kini masih berupaya agar kondisi para pengungsi dan kebutuhannya dapat terus terpenuhi. Namun, usaha itu masih menemui kendala.
"Ada yang satu desa minta tetap di situ saja lokasinya," kata dia.
Sutopo juga menjelaskan, status Gunung Sinabung yang kembali aktif setelah 1.200 tahun pada Jumat 17 Januari lalu itu lalu sempat mengalami 6 kali erupsi. Rentang waktu pukul 00.00 hingga 16.00 WIB.
"Kita belum tahu sampai kapan itu betul-betul berhenti," demikian Sutopo. (Sss)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BNPB: Logistik Pengungsi Gunung Sinabung Cukup 5 Hari

Liputan6.com, Jakarta : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebutuhan logistik untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, cukup untuk beberapa hari ke depan.
"Sementara ini logistik untuk pengungsi Gunung Sinabung dirasa cukup untuk 5 hari ke depan. Belum ada masalah," kata Kepala BNPB Syamsul Ma'arif di kantor Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Sabtu (18/1/2014).
Syamsul menuturkan, untuk urusan logistik sudah dikirimkan ke 3 lokasi pengungsian. Hal itu untuk terus memasok logistik yang masih tersedia. "Hari ini, sebanyak 57 ton bantuan telah diterbangkan dari Jakarta melalui pesawat Hercules," tutur Syamsul.
Ia berujar, pihaknya terus berkoordinasi dengan dengan pihak terkait seperti Kementerian Sosial, Kementerian PU, dan Kementerian Kesehatan untuk bersama-sama mencari solusi terhadap bencana yang terjadi. Rencananya Presiden SBY tidak lama lagi akan meninjau korban erupsi Gunung Sinabung.
"Rencananya tanggal 23 Januari Bapak Presiden akan meninjau rakyatnya di sana," tandas Syamsul.
Pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, berjumlah 27.319 jiwa atau 8.545 KK dan tersebar di 40 titik. Status Gunung Sinabung masih Awas. (Sss/Yus)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




Referensi :

http://www.voaindonesia.com
http://Sindonews.com/
http://beritapohuwato.blogspot.com/
http://Liputan6.com/

Umat Hindu Di Jerman Merayakan Kuningan

Umat Hindu Di Jerman Merayakan Kuningan  - Saniscara Kliwon Kuningan - Sabtu, 2 Nopember 2013 , umat Hindu dimanapun berada melangsungkan perayaan Kuningan, tidak terkecuali umat Hindu yang berada di kota Hamburg atau di negeri Jerman pada umumnya. Perayaan Kuningan saat itu terasa berbeda dari perayaan Kuningan sebelumnya yang biasa diselenggarakan oleh Nyama Braya Bali (NBB) di Jerman.  Sebelumnya, NBB tempek Hamburg bertepatan dengan Hari Raya Kuningan 22 Mei 2010 secara bersamaan juga melangsungkan karya Ngenteg Linggih Pura yang baru dibangun di Hamburg, tepatnya di depan halaman Museum für Völkerkunde (Museum Etnologie yang memamerkan hampir seluruh etnis kebudayaan dunia). Pura yang baru di pelaspas di halaman Museum ini bernama " Pura Sangga Bhuana ".



# Sejarah Singkat Pembangunan Pura

Pura yang dibangun atas inisiatif Luh Gede Juli Wirahmini Biesterfeld, wanita kelahiran Desa Banyuatis, Buleleng yang saat ini berdomisili di Hamburg. Sesungguhnya pembangunan ini sudah direncanakan sejak tahun 2004, secara bertahap dimulai dari kegiatan memamerkan benda-benda kesenian Bali didalam ruangan Museum di salah satu departementnya yang khusus memamerkan tentang kebudayaan etnis Bali. Kemudian di tahun 2006 diikuti dengan mewujudkan rumah gedong kerajaan berasitektur Bali di dalam ruangan Museum, hingga akhirnya di tahun 2008 ketika NBB Hamburg menyelenggarakan Kuningan, keinginan untuk mendirikan Pura mulailah di wujud nyatakan di awali dengan upacara mecaru " ngeruak " . Diawali dengan membuat dasar bangbang untuk bangunan Padmasana yang dipimpin oleh Ida Bhagawan Dwija. Selanjutnya di tahun 2009 Padmasana mulai dibangun oleh undagi (arsitektur Pura) I Nyoman Artana yang juga didatangkan langsung dari Bali. Atas sweca nugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa di tahun 2010 tepatnya pada saat perayaan Kuningan 22 Mei 2010. Pura yang baru di bangun ini diresmikan seperti layaknya Pura di Bali, yang upacara Pemlaspasan dan Ngenteg Linggih di pimpin oleh Ida Bhagawan Dwija Nawa Sandi.

# Jalannya Upacara Pemlaspasan Pura dan Perayaan Kuningan di Hamburg

Seperti tertulis pada surat undangan yang disebarluaskan oleh Juli Wirahmini bekerja sama dengan pihak Museum Völkerkunde Hamburg, upacara pemlaspasan Pura dilaksanakan pada hari Sabtu Kliwon Kuningan 22 Mei 2010, tepatnya dimulai jam 10 pagi. Sebelum upacara dimulai, cuaca di Hamburg saat itu tampak mendung dan sempat terjadi gerimis hujan, tak pelak cuaca dingin saat itu membuat umat yang hadir berpenampilan pakaian adat bali hampir semua melengkapi dirinya dengan jaket yang tebal pula. Namun seiring berjalannya mata jarum jam, cuacapun berangsur membaik hingga akhirnya matahari bersinar terang.
Ketika memasuki area Pura, umat yang hadir disambut dengan suara gamelan yang dimainkan oleh group gamelan " Anggur Jaya "  pimpinan Sebastian Goethe dan Ni Wayan Goethe yang anggotanya berasal tidak hanya dari Freiburg, melainkan juga dari Basel Swiss, Muenchen, Heidelberg, dll. Dentuman kendang yang dimainkan oleh Wayan Pica serta Lantunan suara seruling yang dimainkan oleh anggota sekehe gamelan, membuat suasana di Hamburg benar-benar terasa seperti di Bali.

Setelah umat yang hadir selesai bertegur sapa dan berkangen-kangenan, tiba saatnya Ida Bhagawan Dwija yang memimpin jalannya upacara meminta kepada umat yang hadir untuk mengambil sikap duduk agar jalannya upacara bisa dimulai. Sementara Ida Bhagawan Dwija mulai melafalkan mantra, disaat itu juga penari " Topeng Jago " mulai menari dihadapan umat. Pementasan  Topeng Jago yang termasuk jenis tari bebali disaat upacara sedang berlangsung adalah bertujuan untuk mengusir Buta Kala sehingga upacara pemlaspasan bisa berjalan dengan lancar. Seperti jenis tarian topeng lainnya, tari Topeng Jago juga menggambarkan suatu hubungan interaktif antara penari dan penabuh. Keduanya saling mempengaruhi dan keduanya secara bergantian memberi sinyal tertentu yang bisa menghasilkan gerakan tari yang berbeda-beda.

Setelah penampilan Topeng Jago, kemudian diikuti dengan rentetan upacara mecaru – melaspas (memangguh, memirak, nyengker, mecaru Rsi Gana Bebek, melaspas, memakuh, ngurip, masucian). Usai penampilan Topeng Tua, kemudian diikuti dengan pementasan " Topeng Penasar " yang banyak bertutur atau membeberkan jalannya upacara yang akan berlangsung serta menjelaskan makna filosofi yang terkandung didalamnya termasuk pula tentang keberadaan dekorasi atau aksesori yang ada di sekeliling Pura seperti kober nawa sanga, kober hanoman, umbul-umbul serta bendera yang berwarna-warni tak luput dijelaskannya. Karena fungsi nya sebagai pengutara dasar cerita maka tokoh ini disebut " Penasar ". Tatwa Hindu dijabarkannya dengan gaya bahasa yang mudah di cerna oleh umat yang hadir.

Upakara yang digunakan pada upacara pemlaspasan Pura di Hamburg ini dijelaskannya juga, bila dilihat dari tingkatan upakara (utama, madya, nista) termasuk tingkatan " Madyaning Utama " karena disesuaikan dengan " Desa, Kala, Patra ". Karena terbatasnya lahan yang ada di depan museum, maka prinsip kesucian yang bersifat horizontal " Tri Mandala " :

1. Utama mandala      = jeroan,
2. Madya mandala     = jaba tengah,
3. Nista mandala        = jaba

Dimana biasa dijumpai di Pura di Bali, ditransformasi menjadi prinsip kesucian yang bersifat vertical " Tri Angga " yang pada pembangunan Padmasana dikenal dengan nama " Tri Loka ":

1. Bhur Loka     = dasar yaitu badawang nala-naga basuki-naga antaboga,
2. Bwah Loka   = badan yaitu karang boma-garuda wisnu kencana, angsa,
3. Swah Loka   = puncak padmasana yaitu berbentuk singasana yang diapit oleh dua naga taksaka .

Sehingga bangunan Padmasana terlihat saling melengkapi dengan bangunan Museum yang tinggi, demikian di wacanakan oleh Topeng penasar disaat upacara berlangsung. Perihal nama dari Pura di Hamburg ini juga dijelaskan oleh Topeng Penasar, Pura ini tidak dinamai " Pura Jagadnata " seperti layaknya Pura yang ada di Bali, melainkan dinamai " Pura Sangga Bhuana ", karena alasan secara phisik Pura Jagadnata memerlukan tambahan pelinggih lainnya seperti Piasan, Pelinggih Purusa sebagai simbol gunung agung dan pelinggih Pradana sebagai simbol gunung batur, sementara lahan yang tersedia di depan Museum ini tidaklah cukup luas, namun bila di maknai secara filosofi " Jagat = Bhuana ", Sangga = menyangga / menopang. Jadi Pura Jagat-Nata yang bermakna Pura penguasa dunia diganti dengan Pura Sangga Bhuana yang bermakna Pura Penyangga dunia yang diharapkan dapat menopang dunia / menjaga kehidupan umat yang ada di Hamburg / Jerman / Eropa.

Setelah Topeng Penasar sekian lama ber " Dharma Wacana "  dihadapan umat, Ida Bhagawan Diwija yang memimpin jalannya upacara menginstruksikan kepada umat untuk melaksanakan Pemuspaan " Ngider Bhuana "  dan secara bersamaan diminta mementaskan Tari Rejang Dewa dengan tujuan untuk " memendak " Ida Bhatara untuk turun kedunia.

Yang menarik dari penampilan tari rejang dewa yang dipentaskan oleh anak gadis yang memang benar-benar masih " virgin " sehingga kesucian dan kesakralan dari jenis tari wali ini benar-benar terjaga. Setelah ngider bhuana dan peenampilan tari rejang dewa usai, kemudian ditampilkannya tari " Topeng Sida Karya " yang bertujuan melinggihan (Ngenteg Linggih) Ida Bhatara secara niskala di Padmasana. Bersamaan dengan penampilan Topeng Sida Karya, umat ngaturang ngayah meletakkan " symbol " Ida Sang Hyang Widi tepat dipuncak Padmasana

Setelah kesemua ritual diatas selesai, akhirnya persembahyangan bersama dimulai, diawali dengan puja trisandya dan dilanjutkan dengan kramaning sembah. Selanjutnya tirtha wangsuh-pada dan bija dibagikan. Untuk mengisi waktu luang, Ida Bhagawan Dwija melaksanakan Dharma-wacana dalam bahasa Indonesia yang diterjemahkan kedalam bahasa jerman oleh I Gusti Aryani Kriegenburg-Wilems. Pada dharma wacana itu, Ida Bhagawan Dwija menjelaskan secara detail akan makna dari :

1. Padmasana;  yang merupakan bangunan symbol pemuja Tuhan secara umum, atau Sanghyang Tri Purusha, Sanghyang Widhi dalam manifestasi sebagai : Siwa – Sada Siwa – Parama Siwa.
2. Lebih lanjut Ida Bhagawan juga  menjelaskan Palinggih " Pengrurah " Sanghyang Widhi sebagai manifestasi Bhatara Kala, pengatur kehidupan dan waktu.

Ida Bhagawan juga mengajak seluruh umat yang hadir untuk meneladani pohon pisang, yang karena kodratnya pohon pisang ada atau bermanfaat untuk mahluk lain dan tanpa mengharapkan pamerih. Oleh karenanya bila ada upacara keagamaan di Bali, pohon pisang selalu digunakan. Disamping meneladani pohon pisang, Ida Bhagawan juga mengajak umat yang hadir untuk meneladani binatang ayam, yang semenjak bangun pagi langsung " berangkat " kerja untuk menafkahi dirinya. Kesemua dharma wacana dari Ida Bhagawan Dwija ini diterjemahkan oleh Gusti Aryani, sehingga hampir semua warga jerman yang menyaksikan jalannya upacara ini manggut-manggut menganggumi inti sari dari dharma wacana dari Bhagawan Dwija, pertanda mereka juga setuju.

Ida Bhagawan Dwija juga menjelaskan bahwa secara perlahan tapi pasti, keberadaan komunitas kita ataupun agama kita mulai dikenali serta di akui, tidak hanya oleh masyarakat Jerman tetapi juga oleh pemerintah Jerman, terbukti dengan diberikannya ijin untuk membangun Pura ini di Museum Völkerkunde Hamburg. Ida Bhagawan mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada Museum Völkerkunde dan kepada Ibu Luh Gde Juli Wirahmini Biesterfeld, yang telah secara bersama-sama mewujudkan Pura Sangg Bhuana ini.

Dengan dibangunnya Padmasana / Pura di Hamburg ini, Bhagawan Dwija berharap kepada umat yang hadir di Hamburg, bisa semakin yakin akan Sang Hyang Widi Wasa, yaitu Tuhan dengan tanpa sifatnya (Nirguna Brahman) dan Tuhan dengan sifat-sifatnya (Saguna Brahman).

Dharma Wacana dari Ida Bhagawan Dwija merupakan akhir dari upacara di pagi hari, yang selanjutnya dilanjutkan dengan acara makan siang bersama. Namun sebelum umat beranjak menuju tempat dimana makanan siang di hidangkan, semua umat melakukan foto bersama.

# Sambutan dan Hiburan

Waktu ketika itu menunjukkan jam 14.30, jalannya acara dilanjutkan dengan sambutan resmi dari President Director Museum Völkerkunde Prof. Dr. Wulf Köpke, staff pameran yang bertanggung jawab sebagai departement Bali di Museum Völkerkunde Dr. Jeanette Kokkot, serta pemberian souvenir dari pihak Museum kepada Juli Wirahmini, Ida Bhagawan Dwija, undagi I Nyoman Artana, serta kepada penari yang datang dari Bali. Karena terkesan dengan Dharma Wacana dari Ida Bhagawan Dwija tentang keteladanan pohon pisang,  Prof. Dr. Wulf Köpke pun akhirnya menyerahkan tanda kenang-kenangan berupa tunas pohon pisang kepada Ida Bhagawan Dwija, yang disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari penonton yang hadir. Ida Bhagawan Dwija dalam sambutannya juga menyerahkan kenang-kenangan kepada pihak museum berupa perangkat upacara yang dibawa beliau dari bali dan dipergunakan untuk melangsungkan upacara Ngenteg Linggih di Pura Sangga Bhuana ini, diberikan seutuhnya kepada pihak Museum untuk ditempatkan didalam ruang pameran museum Völkerkunde.

Waktu terus berjalan, acara sambutan pun selesai juga, sehingga acara dilanjutkan dengan acara hiburan, seperti tari panjembrama, tari Jauk keras, tari Bondres , dan tari Joged yang mengikut sertakan penonton yang hadir.

# Penyineban

Di saat hari menjelang sore, setelah acara hiburan usai, Upacara penyineban dipimpin oleh Ida Bhagawan Dwija dilangsungkan sebagai pertanda jalannya upacara Ngenteg Linggih telah berakhir. Umat yang menghadiri persembahyangan juga dimita Ida Bhagawan Dwija untuk mengumpulkan uang logam Euro (yang merupakan bagian dari Panca Datu) untuk ditanamkan kedalam lubang tanah, bersama bebantenan lainnya yang merupakan bagian dari prosesi Mendem Pedagingan. Dimasukkannya uang logam Euro yang merupakan bagian dari Panca Datu atau 5 element dari bahan yang terbuat dari logam yang terdapat di bumi ini seperti :

1. Emas berwarna kuning yang melambangkan kebesaran dan kemasyuran,
2. Perak yang berwarna Putih yang melambangkan kemurnian,
3. Perunggu yang berwarna merah melambangkan spirit dan keutamaan dalam kehidupan,
4. Baja berwarna hitam melambangkan air,
5. Jenis berlian yang terbuat dari campuran keempat jenis logam tadi.

Kelima inti dari metal tadi berfungsi sebagai dasar dari energi listrik yang menghubungkan bangunan-bangunan suci yang ada di Pura dengan energy dari bumi. Dimasukkannya kelima element tersebut di percaya bahwa bangunan suci sudah di hubungkan oleh energy cosmic, sehingga bangunan itu akan memancarkan taksu " kekuatan dari dalam " seperti menarik kekuatan dan meningkatkan daya yang menakjubkan.

Terimakasih

Terimakasih saya panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa kepada Pemerintah Jerman lewat Museum Völkerkunde Hamburg yang telah mengijinkan pendirian Pura ini di Jerman dan juga terimakasih kepada Luh Gede Juli Wirahmini Biesterfeld yang telah mendanai hingga Pura ini bisa terwujudkan di Hamburg. Semoga amal bakti serta ke ikhlasannya di berkati oleh Ida Sang Widi Wasa.

Sumber : http://metrobali.com/2013/11/01/umat-hindu-rayakan-kuningan-di-jerman/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Bandung

Senin, 16 September 2013
Pukul 10.00 WIB
Di Lt. 2 Gedung DPRD Kota Bandung




Pasangan Ridwan Kamil dan Oded Daniel resmi dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota Bandung untuk masa priode 2013 hingga 2018. Pelantikan pasangan yang diusung oleh PKS dan Gerindra ini menggantikan Dada Rosada dan Ayi Vivananda. Pengangkatan sumpah jabatan dilakukan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan

Keluarga Besar PD KMHDI Jawa Barat mengucapkan Selamat & Sukses kepada Walikota dan Wakil Walikota Bandung Periode 2013-2018 yang telah dilantik.


Dengan demikian, semoga hubungan KMHDI dengan pemerintah khususnya di Bandung sebagai Ibu Kota Jawa Barat bisa terjalin harmonis dan juga bisa menjalankan tugasnya dengan baik.


Sumber foto : www.balkot.com & www.pkspiyungan.com

Satyam Eva Jayate

FB        : PD KMHDI JABAR
Twitter : @KMHDIJABAR


Copyright © 2013 PD KMHDI Jawa Barat and Blogger Templates - Anime OST.
Selamat Datang di Blog Resmi Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Jawa Barat