PD KMHDI Jabar : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Pimpinan Daerah KMHDI Jawa Barat mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Semoga kita senantiasa diberi kebenaran dalam berfikir, berkata dan bertindak. 28 & 29 July 2014





" Jika kita menyadari .. Perbedaan membentuk satu kesatuan yang hakiki." Sama halnya seperti ilmu harmoni, ia terdiri dari bermacam nada-nada yang berbeda untuk membentuk satu kesatuan yang harmonis.

 SELAMAT BERLEBARAN SAUDARA" KU. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


[Diskusi] Hindu Bersolusi : Reklamasi Teluk Benoa



Om Swastyastu,

Kami dari PD KMHDI Jabar mengundang seluruh kader" Mahasiswa Hindu untuk hadir dalam acara diskusi dengan tema " Hindu Bersolusi : Reklamasi Teluk Benoa " yang akan dilaksanakan pada :

tanggal                  : Kamis, 10 Juli 2014
tempat                  : Aula depan Pura Puser Dayeuh Siliwangi, Jl Lembong
waktu                   :  Pukul 11.00 siang sampai selesai.

Mari ketahui permasalahannya dan mari bersolusi.

Om Santih Santih Santih, Om

Satyam Eva Jayate



Berikut juga kilasan Tweet mengenai #BaliTolakReklamasi #BatalkanPerpres51th2014



Selamat Hari Raya Galundan dan Kuningan Mei 2014

Keluarga Besar PD KMHDI Jawa Barat mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh Umat Hindu. 21 dan 31 Mei 2014




" Satyam Eva Jayate Nanrtam "

(Mundaka Upanisad III.1.6)

Artinya :

Hanya kebenaranlah yang akan MENANG bukan Ketidakadilan.

KMHDI Desak Kapolri Tindak Perusak Tempat Ibadah

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman bersama Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Kapolres Sragen, dan Kapolsek Miri untuk segera mengungkap dan menindak pelaku peristiwa pengrusakan tempat persembahyangan Agama Hindu (Pura) di Dukuh Giriloka RT 21, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, pada 16 Januari 2014. “Kami mengecam dan mengutuk keras oknum yang melakukan tindakan anarkis berupa perusakan tempat persembahyangan Agama Hindu (Pura) tersebut. Oleh karena itu, KMHDI mendesak Kapolri segera menemukan pelaku dan memberikan hukuman sesuai undang-undang yang berlaku,” kata Presidium Pusat KMHDI I Made Bawayasa, kepada jurnas.com, Jumat (7/3).

KMHDI, lanjut Made, juga menuntut pemerintah daerah dan pusat untuk bisa berlaku adil terhadap masyarakat serta tidak berlaku diskriminasi, khususnya dalam kasus pengrusakan rumah ibadah. KMHDI juga menyeru agar memberi perlindungan keamanan pada tempat ibadah secara umum dan khususnya rumah ibadah yang dirusak, dalam hal ini Pura, di Dukuh Giriloka RT 21, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Sragen.

Made menambahkan, KMHDI mendesak seluruh mendesak seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sragen bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, untuk segera duduk bersama mencari solusi atas peristiwa tersebut sehingga tidak menimbulkan konflik bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (Sara). Hal ini penting agar tetap menjaga keharmonisan antarumat beragama di wilayah tersebut.

Selain itu, perlu melakukan pencegahan melalui penanganan isu bernuansa Sara secara cepat dan tepat. “Tindakan pencegahan sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang,” tegas Made.

Made mengingatkan, bahwa pemerintah wajib memberikan hak kepada setiap masyarakat dalam melaksanakan aktifitas keagamaan. Sementara itu, Polri harus segera mengambil langkah cepat dengan menemukan dan menindak pelaku perusakan rumah ibadah tersebut. Sebab, bila hal itu dibiarkan akan menjadi bom waktu yang akan mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, isu agama merupakan isu yang sensitif di Indonesia.

Made menambahkan, perlindungan dan pemberian rasa aman kepada setiap umat beragama merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab kepolisian. Sebab, rasa aman bagi setiap umat beragama di Indonesia akan menciptakan situasi yang kondusif dan meningkatkan keharmonisan antarumat beragama.

Made menjelaskan, bangsa Indonesia sejak kelahirannya dengan mengambil saripati kearifan luhur bangsa, telah menegaskan pengakuannya akan perbedaan-perbedaan sebagai sebuah keniscayaan baik suku, agama, ras, budaya dan perbedaan lainnya. Perbedaan itu sesungguhnya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama agar menjadi perekat dan pemersatu bangsa.

“Dengan menghormati ke-Bhinneka-an maka kita semakin memperkokoh bangsa Indonesia yang bermartabat,” ujarnya.

Oleh : Jurnas.com

http://www.jurnas.com/news/126869/KMHDI_Desak_Kapolri_Tindak_Perusak_Tempat_Ibadah_2014/1/Sosial_Budaya/Religi
Copyright © 2013 PD KMHDI Jawa Barat and Blogger Templates - Anime OST.
Selamat Datang di Blog Resmi Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Jawa Barat